Perlancar Arus Balik, Jasa Marga Siapkan 23 Gardu di GT Cikarang
Sabtu, 9 Juli 2016 | 14:06 WIB
Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan 23 gardu gerbang tol (GT) di GT Cikarang Utama untuk memastikan arus balik Idul Fitri 1437 Hijriah dari arah Cikampek menuju Jabodetabek berjalan lancar selama puncak arus balik hingga pekan depan.
Kepala Gerbang Tol Cikarang Utama, Hervian, mengatakan, dari total 34 Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang tersedia, pihaknya akan menambah dua GT untuk melayani pengguna jalan tol dari arah Cikampek menuju Jakarta. Sedangkan untuk GT yang melayani pengguna jalan tol dari arah Jakarta menuju Cikampek dikurangi sebanyak dua gerbang tol.
"Tadinya hanya 21 GT yang tersedia melayani pengguna jalan tol dari arah Cikampek menuju Jakarta, namun selama akhir pekan ini, kita tambah 2 GT lagi menjadi 23 GT, sehingga arus lalu lintas dari arah Timur menuju Barat semakin lancar," ujar Hervian, di Kantor Jasa Marga Cikarang, Bekasi, Sabtu (9/7) siang.
Ia mengungkapkan, puncak arus balik diperkirakan bakal terjadi pada Minggu (10/7) besok dengan total jumlah kendaraan yang melintas dari arah Cikampek menuju Jabodetabek sebanyak 115.000 kendaraan dalam waktu satu hari. Angka ini, lanjut dia, beda tipis dengan puncak arus mudik dari arah Jakarta menuju Cikampek sebesar 117.000 pada Jumat (1/7) lalu.
"Sampai tadi malam jumlah kendaraan yang masuk pada Jumat (8/7) lalu masih 99.000 kendaraan dan saat ini antrian terpantau masih aman di bawah 5 kilometer, supaya tidak ada penumpukan kita juga siapkan anggota untuk membuang arus kendaraan ke pintu keluar Cikarang Barat di KM 31," tambahnya.
Lebih lanjut, Hervian menjelaskan, apabila kendaraan sudah stuck (kondisi tidak bergerak) dalam tempo 30 menit hingga 1 jam dan kondisi antrian kendaraan sudah mengular di atas 5 km, maka pihaknya akan melakukan tindakan pembebasan biaya di gerbang tol sesuai hasil rapat koordinasi Kemhub dengan Kempupera, Korlantas Polri, BPJT, dan Operator Jalan Tol.
"Saat ini kami masih melayani 1 gate sebanyak 250 kendaraan dalam waktu 1 jam, atau 1 kendaraan dilayani dalam waktu 15 detik, total bila ada 23 GT maka dalam satu jam bisa melayani 4.000 hingga 5.000 kendaraan," katanya.
Ia juga menghimbau agar pengguna kendaraan yang melintas di jalan tol untuk menyiapkan uang pembayaran tol dengan jumlah uang yang pas sehingga bisa meminimalisir kepadatan saat transaksi di Gerbang Tol.
Pasalnya pihak Jasa Marga masih menetapkan tarif dengan nominal pecahan yang dipastikan membutuhkan waktu untuk memberikan uang kembalian kepada penumpang, sebagai contoh untuk Palimanan-Cikarang Utama dikenakan tarif Rp 109.500 sedangkan untuk Cileunyi-Cikarang Utama dikenakan Rp 57.500.
"Untuk mencegah pemudik kehabisan bahan bakar saat terjebak kemacetan panjang, kami juga menghimbau agar pemudik mengisi tanki kendaraannya dengan kondisi penuh sehingga tidak perlu mengantri di SPBU," tandas Hervian.
Sementara itu, Kasatlantas Polresta Bekasi, Kompol Suparidi, mengaku pihaknya siap berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga maupun Korps PJR terkait kebijakan contra flow yang mungkin diberlakukan pada Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7) ini.
"Kita siapkan agar arus lalu lintas di ruas jalan penghubung exit tol yang bisa menjadi rute-rute alternatif menghindari kemacetan agar lebih lancar dan siap menampung kepadatan kendaraan pemudik selama arus balik lebaran," kata Suparidi singkat.
Direktur Pembinaan Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Kemhub, Eddi, meminta para pemudik untuk tetap mematuji aturan dan rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan tol.
"Jangan memotong antrian kendaraan secara tiba-tiba dan menadadak karena sangat berbahaya bila kendaraan dari jalur lain tidak siap," kata Eddi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




