Kondisi Tol Jakarta-Cikampek Normal Kembali

Senin, 11 Juli 2016 | 08:35 WIB
MN
JS
Penulis: Mikael Niman | Editor: JAS
Gerbang tol Cikarang Utama di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Gerbang tol Cikarang Utama di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Antara)

Bekasi - Kondisi arus lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikampek terpantau lancar dan normal pada Senin (11/7) pagi.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Cikampek, mengklaim penerapan contra flow pada Minggu (10/7) petang berlangsung efektif mengurangi kepadatan di gerbang tol Cikarang Utara dan KM 66, titik pertemuan arus lalu lintas arus balik dari Purbaleunyi-Bandung dan Cikampek-Cipali.

"Gardu tol otomotis di Cikarang Utama sudah normal dan penambahan dua gardu exit masih tetap dioperasikan. Sehingga total gardu yang dioperasikan sebanyak 23 gardu tol," ujar Humas PT Jasa Marga (Persero) Tbk Cabang Jakarta-Cikampek, Iwan Abrianto, Senin (11/7).

Dia menjelaskan, saat ini tempat istirahat (TI) di KM 52B atau menuju arah Jakarta masih diberlakukan buka-tutup.

PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek memberlakukan contra flow mulai dari KM 69 hingga KM 35 menuju Jakarta.

"Penerapan contra flow supaya kepadatan kendaraan di KM 69+100 bisa terurai, karena di sana merupakan titik pertemuan kendaraan dari arah Cipali dan Bandung," katanya.

Iwan mengungkapkan, atas permintaan dari Kepolisian untuk memperlancar antrean pada Minggu (10/7) pukul 16.15-16.25 WIB, empat gardu di gardu tol Cikarang Utama atau KM 29, telah dilakukan penggratisan tarif tol karena antrean di gerbang tol telah mencapai lima kilometer. Setelah sepuluh menit diberlakukan penggratisan, antrean di gerbang tol Cikarang Utama sekitar 800 meter.

"Ada sekitar 400-500 mobil yang dibebaskan biaya tol selama 10 menit tersebut," ujarnya.

Hingga Minggu (10/7) malam total kendaraan mencapai 115.596 unit, yang tercatat di gerbang Cikarang Utama.

Sedangkan Minggu (10/7) periode 2 antara pukul 14.00-21.00 WIB yang keluar gerbang tol Cikarang Utama sebanyak 34.632 Kendraaan atau naik 30 persen dari lalu lintas normal yakni 26.599 kendaraan.

"Pagi ini (Senin 11/7), kondisi pertemuan antara ruas Cipali dan Bandung sudah lancar, dan 'contra flow' telah ditiadakan sejak semalam," kata Iwan.

Polda Metro Jaya mencatat kenaikan jumlah kecelakaan bermotor saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2016 ini mencapai 88 kejadian. Tahun lalu, dengan periode yang sama pada sejak H-3 hingga H+4 total kecelakaan ada 56 kasus.

"Rata-rata, kecelakaan tahun ini karena human error seperti kelelahan dalam perjalanan," kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, di gerbang tol Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (10/7).

Dia mengatakan, semestinya para pengendara tidak perlu memaksakan diri untuk berkendara di saat lelah. "Kebanyakan, para pengendara roda dua," ujarnya.

Kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua berjumlah 84 kasus. Sedangkan kendaraan roda empat atau lebih berjumlah 42 kasus dengan rincian 24 unit mobil pribadi, 10 unit mobil barang, enam unit mobil umum dan dua unit bus.

Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia mencapai lima orang, sedangkan Lebaran tahun ini mencapai 11 orang.

"Total kerugian bertambah juga, tahun lalu sebesar Rp 91.450.000, sedangkan lebaran tahun ini mencapai Rp 166.400.000," ungkapnya.

Pihak kepolisian, kata dia, telah melakukan berbagai upaya preemtif, preventif, dan represif mengingatkan kembali kepada masyarakat pentingnya keselamatan pribadi dan anggota keluarga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon