Pentingnya Manajemen Stres untuk Kalangan Orang Tua

Kamis, 14 Juli 2016 | 18:09 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Ilustrasi keluarga.
Ilustrasi keluarga. (Istimewa)

Jakarta - Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern dengan rutinitas sehari-hari yang sangat cepat dan padat, stres sangat mudah terjadi dimanapun, mulai dari pekerjaan kantor hingga anak-anak yang sulit dipahami.

Padahal, orang tua yang terpenuhi kebutuhannya dan sejahtera secara fisik, mental, emosional akan dapat menjalankan segala perannya secara optimal, baik di rumah sebagai ibu dan ayah maupun dalam pekerjaan sebagai seorang profesional.

Pakar Stress Management & Hypno Parenting, Kirdi Putra, mengatakan, aktivitas parenting merupakan hal yang menantang karena akan berhadapan dengan tekanan yang cukup besar, dimana jika orang tua merasa tertekan akan berakibat tingginya tekanan pada anak.

"Dalam menghadapi stres, orang tua membutuhkan cara dan untuk itu membutuhkan 'tombol berhenti sejenak' untuk sejenak berpikir dan melakukan instropeksi diri," kata Kirdi dalam siaran persnya, Kamis (14/7).

Sama halnya dengan masker oksigen di pesawat, lanjut dia, orang tua dituntut untuk dapat mengelola dan beradaptasi dengan stres terlebih dahulu, sebelum dapat menjalankan peran secara optimal baik sebagai karyawan di kantor maupun sebagai orang tua di rumah.

"Satu hal penting yang perlu diingat, kita tidak bisa memilih apa yang terjadi di sekitar kita. Namun, kita bisa memilih respon terhadap hal tersebut, dan menjadi erat kaitannya dalam menciptakan keluarga yang sejahtera," ungkapnya.

Kirdi menambahkan, pentingnya orang tua menyadari dan memiliki kendali terhadap penanganan stres dan bersama-sama sebagai sebuah tim, orang tua dan anak untuk menyelesaikan masalah yang ada.

"Dengan menghadapi tekanan atau stres bersama-sama, dalam jangka panjang, mampu menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara orang tua dan anak," paparnya.

Pakar Montessori, Henderina Corry, juga berbagi cerita tentang metode belajar yang akan membuat anak menjadi lebih bahagia dan menumbuhkan kebersamaan dengan orang tua supaya tercipta hubungan dua arah yang harmonis.

"Banyak hal yang perlu diperkenalkan kepada anak, agar mereka dapat mempelajarinya dengan mudah dan menyenangkan sesuai pertumbuhkan dan kebutuhan mereka. Salah satu yang paling mendasar adalah kemandirian. Hal ini dapat dilakukan dengan melatih kemampuan dasar mereka, kemampuan mengurus diri, kemampuan mengurus lingkungan, hingga melatih budi pekerti," kata Hendrina.

Disinilah, lanjut dia, diperlukan peran serta orang tua untuk melatih anak-anaknya sejak dini yang bisa dimulai dari hal kecil seperti memakai baju sendiri, membawa barang, membuka dan menutup, hingga berterima kasih, dan meminta maaf. "Anak yang mandiri mempunyai rasa percaya diri yang tinggi," jelasnya.

Mereka, lanjut Hendrina, juga punya daya konsentrasi yang lebih baik, mereka tidak mudah menyerah, dan tidak mudah lelah. Semua hal tersebut sangat dibutuhkan pada saat mereka nanti sekolah atau ke jenjang pendidikan selanjutnya.

"Selain itu mereka lebih bertanggung jawab dan suka membantu sehingga hubungan dengan orang tua pun menjadi erat dan harmonis," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon