Kemristekdikti Ingin Kegiatan Usakti Tetap Berjalan Normal
Selasa, 19 Juli 2016 | 22:19 WIB
Jakarta - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti) Muhammad Nasir menyetujui proses belajar mengajar dan pangkalan data serta hibah penelitian bagi para dosen Universitas Trisakti tetap berjalan di tengah-tengah konflik yang sedang berlangsung antara pihak Universias Trisakti dengan yayasan.
"Kita akan segera mencari solusi dari masalah dan konflik yang sedang terjadi supaya marwah Universitas Trisakti dapat kembali dan kampus Usakti bisa bersaing untuk menuju perguruan tinggi kelas dunia," ujar Nasir saat melakukan audiensi dengan Senat Universitas Trisakti di kantor Kemenristek Dikti, Jakarta, Selasa (19/7).
Ia menegaskan, Kemenristek Dikti siap menjadikan kampus Usakti menjadi universitas negeri dengan berbagai persyaratan seperti audit forensik, audit nilai aset, serta audit proses pembelajaran.
Sementara itu, Ketua Senat Universitas Trisakti HA Prayitno memaparkan, Kampus Trisakti telah siap melalui proses audit yang akan dilakukan oleh Kemenristek Dikti. "Karena pada dasarnya Usakti ini aset negara dan harus dikembalikan lagi kepada negara," ujar dia.
Prayitno menyebutkan bahwa jika seandainya Usakti asetnya dikembalikan pada negara dan menjadi universitas negeri, tidak akan membebani pemerintah karena Trisakti memiliki intangible asset yang sangat besar yaitu para guru besar yang berjumlah 60, ribuan dosen dan staf pengajar serta karyawan. Selain itu, Usakti juga memiliki tangible asset yang saat ini bernilai lebih dari Rp 10 triliun berupa kampus dan tanah.
Sekretaris Senat Usakti Dadan Umar Daihani mengungkapkan, proses penegerian ini sudah lama dan selama ini civitas akademika Universitas Trisakti telah mampu untuk mempertahankan proses belajar mengajar. Namun, menurut dia pihak yayasan berusaha mengganggu proses belajar mengajar mahasiswa Usakti dengan adanya pelantikan rektor baru yang tidak sesuai dengan prosedur yaitu dengan tidak melibatkan senat Universitas Trisakti.
Untuk itu, pihak senat secara konsisten menolak atas pelantikan rektor yang dilakukan oleh yayasan tersebut. Dadan mengharapkan dengan adanya pertemuan antara civitas akademika Universitas Trisakti dengan Kemenristek Dikti ini kegiatan Tridarma perguruan Tinggi di kampus Trisakti dapat berjalan seperti biasanya, sama halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh dosen tidak terganggu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




