Fadli Zon Apresiasi Keberhasilan Satgas Operasi Tinombala
Rabu, 20 Juli 2016 | 15:24 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, memberikan apresiasi terhadap Polri dan TNI atas keberhasilan Satgas Operasi Tinombala dalam melumpuhkan jaringan teroris Santoso di Pegunungan Tambarana, Palu, Sulawesi Tengah.
"Keberhasilan Satgas Tinombala dalam operasi di Pegunungan Tambarana patut diapresiasi. Tewasnya Santoso kita harapkan dapat melumpuhkan kelompok teroris yang dipimpinnya," kata Fadli Zon, Rabu (20/7).
Fadli mengatakan, dirinya mengapresiasi Operasi Tinombala ini dikarenakan upaya yang dilakukan oleh tim gabungan Polri dan TNI ini sangat luar biasa. Banyak sekali pengorbanan yang diberikan oleh para anggota Satgas Tinombala sejak beroperasi pada Januari 2016. Termasuk, gugurnya 13 anggota TNI dalam kecelakaan helikopter pada saat menjalankan tugas pada Maret lalu.
"Keberhasilan operasi ini juga menunjukkan kompaknya Polri dan TNI kita dalam menjalankan tugas di lapangan," kata Waketum Gerindra itu.
Lebih lanjut Fadli Zon menekankan, pentingnya pendekatan yang lebih holistik dalam memberantas terorisme di Indonesia. "Terorisme ini tindakan kriminal," imbuhnya.
Menurut dia, secara umum ada tiga hal yang mendorong menguatnya terorisme. Pertama, faktor domestik seperti kemiskinan, pendidikan yang rendah, serta perlakuan hukum yang tidak adil.
Kedua, faktor internasional karena terorisme sudah menjadi isu transnational, kelompok teroris juga memiliki jaring internasional yang cukup kuat dalam mendukung aspek logistik, pendanaan, dan juga ikatan emosional.
Ketiga, faktor kultural dimana masih banyak ditemukan pemahamam yang sempit dalam menterjemahkan nilai nilai agama yang berkembang di tengah kelompok masyarakat.
Atas latar belakang tersebut, menurut Fadli Zon, terorisme tidak cukup diselesaikan dengan upaya penindakan saja, namun juga pencegahan.
"Sehingga, terorisme tidak hanya cukup diselesaikan dengan upaya penindakan saja. Namun juga dibutuhkan upaya pencegahan. Pendekatan criminal justice system terhadap kelompok teroris harus diiringi dengan pendekatan ekonomi, sosial, dan budaya dalam kerangka pencegahan agar tidak terulang lagi kedepannya," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




