Pelayan Kafe Olivier: Kopi Berubah Warna
Rabu, 20 Juli 2016 | 18:00 WIB
Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU), menghadirkan saksi Agus Triyono, pelayan Kafe Olivier yang mengantarkan kopi pesanan terdakwa Jessica Kumala Wongso, pada sidang lanjutan kasus kopi beracun, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam kesaksiannya, Agus sempat melihat kopi berubah warna menjadi seperti jamu kunyit.
Pada awal kesaksiannya, Agus menjelaskan apa job desk-nya sebagai pegawai di Kafe Olivier.
"Saya ini runner. Job desk saya mengantar makanan, minuman, sama beresin meja kalau ada piring kotor, gelas kotor, saya angkat," ujar Agus, di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (20/7).
Dikatakan Agus, pada saat kejadian dirinya yang mengantar kopi pesanan meja nomor 54.
"Saya yang mengantarkan kopi ke meja 54. Tapi yang pesan tidak tahu. Saya ambil kopi di barista. Di situ kan ada print out pesanan, jadi sudah tahu kopi harus diantar ke meja mana," ungkapnya.
Ia menyampaikan, pada saat mengambil kopi di barista sudah ada gelas berisi susu dan es, serta kopi di atas saringan.
"Di situ sudah ada supervisor saya, kemudian saya angkat kopi dan teko berisi air panas. Saat antar ke meja sudah ada Jessica pak. Sendiri dia pak," katanya.
Sesampainya di meja, Agus menyampaikan kepada Jessica apakah benar memesan Ice Coffe Vietnams? Di jawab Jessica, "Iya benar."
Sejurus kemudian, Agus menaruh tisu, sedotan, dan gelas di atas meja. Selanjutnya, ia menuangkan air panas sebanyak tiga kali ke gelas berisi es dan susu yang di atasnya ada saringan dan kopi.
"Saya yang menuangkan di depan Jessica. Setelah itu, Jessica sempat bertanya jenis kopi apa yang dipakai. Saya jawab ini robusta, agak sedikit strong dan pahit. Kalau kurang manis, nanti silahkan meminta susu ke pelayan. Saya hanya menuangkan air tidak mengaduk. Kita tidak punya wewenang untuk mengaduk, itu wewenang tamu," jelasnya.
Setelah itu, Agus beristirahat karena memang jam istirahatnya sekitar pukul 16.30 WIB. Sekitar satu jam kemudian, ia kembali masuk ke Kafe Olivier untuk melanjutkan kerja.
"Saya sempat lihat ada dua perempuan datang (korban Mirna dan saksi Hani). Langsung cipika-cipiki. Ya, layaknya teman saja. Selanjutnya, mereka duduk," katanya.
Kopi Berubah Warna
Agus mengungkapkan, dirinya sempat melintas di depan meja 54 dan melihat kopi yang diantarnya tadi sudah berubah warna seperti jamu kunyit.
"Ketika melintas, saya tidak lihat Mirna minum. Tapi saya lihat itu berubah warna seperti jamu kunyit. Saya bisikin teman saya Rosi, 'kak itu orang minum jamu kunyit ya?' Soalnya, saya pikir kopinya sudah habis, terus dia bawa jamu kunyit dituang ke gelas," tegasnya.
Ketika dirinya dan Rosi ingin mengeceknya, tiba-tiba korban Mirna sudah kejang-kejang.
"Waktu kolaps (kejang-kejang), tidak ada komplain dari Jessica. Biasa saja dia. Hanya diam saja dia. Hani yang pegangin Mirna. Kalau Jessica diam saja," terangnya.
Selanjutnya, terjadi kepanikan di meja nomor 54. Manajer dan tamu yang lain berdatangan ke meja untuk mengetahui apa yang terjadi. Sementara, Agus membawa sisa kopi itu ke meja barista, kemudian balik lagi ke meja.
"Saya ada di lokasi sampai korban dibawa pakai kursi roda (ke klinik). Saya hanya meninggalkan meja, ketika membawa kopi itu ke barista," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




