Pengembang Berharap Perbankan Turunkan Bunga KPR
Rabu, 27 Juli 2016 | 21:28 WIB
Semarang - Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah (Jateng) berharap Bank Indonesia (BI) mengimbau perbankan menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).
"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, pada bulan Agustus mendatang BI Rate akan turun, harapannya ini diikuti oleh perbankan pelaksana KPR," kata Wakil Ketua REI Jateng Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi Dibya K Hidayat di Semarang, Rabu (27/7).
Selain itu, kata dia, REI juga mengharapkan BI memonitor langsung bank-bank pelaksana atau pemberi KPR tersebut. "Diharapkan, dengan penurunan suku bunga KPR, minat masyarakat untuk membeli rumah semakin tinggi," kata Dibya.
Sementara itu, terkait kebijakan lain dari Pemerintah yang juga berpotensi meningkatkan penjualan perumahan yaitu penurunan besaran uang muka yang dikemas melalui kebijakan loan to value (LTV).
Terkait hal itu, pihaknya juga mengapresiasi. Meski demikian, kebijakan tersebut tidak begitu berdampak pada peningkatan penjualan rumah di Jawa Tengah salah satunya Kota Semarang.
"Ide dasar dimunculkan LTV kan untuk mencegah bubble properti atau melambungnya harga rumah di pasaran. Kalau kita bilang, di Jateng ini mana ada kenaikan harga rumah yang gila-gilaan," katanya.
Bahkan, rasio penjualan rumah di Semarang adalah 1 pembeli dibanding dengan 3 penawaran dari pengembang. "Artinya lebih banyak pengembang yang menyediakan rumah daripada konsumennya. Berbeda dengan kota besar lain seperti Jakarta, orang harus antri untuk beli rumah," katanya.
Menurut dia, LTV lebih tepat diterapkan di kota-kota seperti Jakarta mengingat permintaan dari masyarakat terhadap kebutuhan rumah sangat tinggi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




