Selama WIEF, 600 Pasukan Koarmabar Amankan Perairan Jawa

Jumat, 29 Juli 2016 | 15:52 WIB
CF
FB
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: FMB
Ratusan pasukan Koarmabar melakukan upacara pelepasan Satgas Operasi Pengamanan VVIP KTT World Islamic Economic Forum (WIEF) di Dermaga 2 JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/7) pagi
Ratusan pasukan Koarmabar melakukan upacara pelepasan Satgas Operasi Pengamanan VVIP KTT World Islamic Economic Forum (WIEF) di Dermaga 2 JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/7) pagi (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - ‎Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) akan kembali melakukan pengamanan di sisi Utara dan Selatan dari perairan Pulau Jawa pada perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Islamic Economic Forum (WIEF) yang akan berlangsung pada 2-4 Agustus 2016 di Jakarta.

Keberadaan pasukan TNI AL ini dimaksudkan ‎untuk melakukan pengamanan sepanjang wilayah perairan Laut Jawa dan Selat Sunda ‎untuk memastikan tidak ada ancaman tindakan terorisme kepada para delegasi internasional yang akan datang pekan depan.

Kepala Staff Koarmabar, Laksamana Pertama TNI ‎Yudo Margono, mengatakan ‎pelaksanaan pengamanan VVIP pada perhelatan WIEF tersebut merupakan amanah dari UU RI Nomor 34 Tahun 2004 termasuk dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

"Koarmabar mendapat kepercayaan dalam turun mengambil bagian pengamanan acara internasional ini, tugas kami semua ini adalah untuk memastikan agar jalannya agenda internasional ini berlangsung dengan aman dan kondusif," ujar Yudo, Jumat (29/7) pagi di Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Yudo, yang saat itu menggantikan Panglima Koarmabar yang berhalangan hadir, mengungkapkan akan ada 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting yang berasal dari kurang lebih 100 negara dalam perhelatan WIEF‎ di ibukota Jakarta.

Total ada 1.500 personil gabungan, dimana 600 di antaranya berasal dari Koarmabar dengan rincian 3 KRI, 2 Heli Bell, 3 tim Satkopaska, yang akan bertugas melakukan operasi pengamanan dari Laut Jawa sampai Samudera Hindia di bawah kendali Operasi Gugus Tempur Laut Koarmabar.

"Pastikan juga dalam menjalankan operasi pengamanan di perairan untuk menjalin kerja sama yang baik antara unsur laut, udara, dan darat, sehingga memperlancar kerja dan juga mengantisipasi cuaca buruk di wilayah perairan serta meningkatkan eskalasi keamanan," lanjut Yudo.

Sementara itu, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar, Laksamana Pertama TNI TSNB Hutabarat, mengatakan pihaknya saat ini selainnya menyiapkan pasukan di wilayah perairan yang strategis dan menjadi pintu masuk ke Jakarta.

"Lantamal III akan melakukan pengamanan di pelabuhan, selain itu pangkalan juga siap untuk melaksanakan pengamanan dalam menjalankan operasi ini‎, kita tidak boleh meremehkan kondisi yang ada saat ini dan harus tetap meningkatkan kewaspadaan," kata Hutabarat.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan setelah pelaksanaan pemberangkatan 600 pasukan Koarmabar ini sudah mulai bergerak ke pos dan titik penjagaannya masing-masing.

‎"Ancaman harus diantisipasi sejak dini dan bekerja sama dengan seluruh unsur TNI, Polri, dan aparat pemerintahan yang ada, sesuai skala prioritas kami akan melakukan pengamanan dalam waktu seminggu terakhir," tambahnya.

Dikatakannya peredaran persebaran doktrin radikalisme NIIS (ISIS) yang saat ini sedang marak terjadi di wilayah bagian dunia Timur Tengah membuat pihak TNI dan Polri juga sudah melakukan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan.

"Kita tidak memiliki target ancaman yang sudah dideteksi dalam perhelatan acara ini, namun peran dari intelijen akan kami maksimalkan ‎untuk memastikan wilayah perairan aman dari ancaman masuknya pelaku tindakan teror," tandas Hutabarat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon