Syukuran Hari Lahir Pancasila, Sejumlah Tokoh Ziarah ke Makam Bung Karno

Selasa, 2 Agustus 2016 | 21:56 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Sejumlah tokoh, seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Achmad Basarah, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna H Laoly, dan seniman Butet Kertaradjasa berziarah di makam Presiden Pertama sekaligus Proklamator Ir Soekarno di Blitar, Jawa Timur. Ziarah digelar sebagai bagian dari syukuran 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.
Sejumlah tokoh, seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Achmad Basarah, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna H Laoly, dan seniman Butet Kertaradjasa berziarah di makam Presiden Pertama sekaligus Proklamator Ir Soekarno di Blitar, Jawa Timur. Ziarah digelar sebagai bagian dari syukuran 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. (Istimewa/Istimewa/Asni Ovier)

Blitar - Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila terus mendapatkan sambutan positir sejumlah kalangan dengan syukuran yang dikemas dalam berbagai rangkaian acara. Hari ini, Selasa (2/8), sejumlah tokoh mengawali syukuran dan sosialisasi 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dengan melakukan ziarah di makam Proklamator yang juga penggali Pancasila, Ir Soekarno di Blitar, Jawa Timr.

Para tokoh yang hadir mengikuti ziarah antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf selaku penanggungjawab acara, Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, Wasekjen PDIP Achmad Basarah, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna H Laoly, dan seniman Butet Kertaradjasa.

Sekitar 30 menit para tokoh itu berdoa bersama di makam Bung Karno dan juga makam ayahnya, R Soekemi Sosrodihardjo. Setelah itu, mereka menghadiri pagelaran wayang kulit di alun-alun Blitar.

"Ini bagian dari rasa syukur kami setelah 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Kami juga melakukan sosialisasi, salah satunya dengan pagelaran wayang. Ini salah satu yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila, mengingat bagi masyarakat Jawa, wayang tidak sekadar tontonan, tetapi juga mengandung tuntunan," kata Saifullah Yusuf.

Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf, mengatakan, penyelenggaraan acara tasyakuran ini dilaksanakan berkat kerja sama GP Ansor dan Pemkab Blitar. Rencananya, beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur juga akan menggelar acara serupa, yakni di Kota Blitar, Nganjuk, Ngawi, Madiun, Jombang, Ponorogo, dan Trenggalek.

"Kami ingin nilai-nilai Pancasila dibumikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat maupun bernegara. Kesenian ini (wayang, Red) ada guyub, rukun antargenerasi, antar golongan," tukasnya.

Dalam pagelaran wayang kali ini, kata Gus Ipul, lakon yang dipentaskan adalah "Bimo Labuh" oleh Ki Dalang Anom Suroto. Dalam lakon itu, intinya, menceritakan bahwa membantu orang tidak harus saat dia sedang mendapatkan rejeki yang baik atau saat senang dan berkuasa. Membantu orang bisa kapan saja, seperti yang dilakukan Bima dan saudara-saudaranya para Pandawa yang saat itu terusir dari Astina.

"Bimo Labuh, demi rakyat rela berkorban. Itulah pamong yang benar-benar momong terhadap rakyatnya," ujarnya.

Saat pagelaran wayang, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan beberapa kepala daerah (bupati/wali kota) juga hadir. Ribuan rakyat yang menyaksikan pagelaran tersebut menjadikan alun-alun Kabupaten Blitar semakin meriah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon