Gunung Gamalama Meletus, Bandara Babullah Ditutup

Rabu, 3 Agustus 2016 | 08:31 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Gunung Gamalama, di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara.
Gunung Gamalama, di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. (Dokumentasi BNPB)

Ternate- Bandara Sultan Babullah di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara pagi ini Rabu (3/8) ditutup sementara hingga Kamis (4/8) besok pukul 10.00 WIT akibat tertutup abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama.

Pos pengamatan gunung api Gamalama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa Gunung Gamalama meletus eskplosif lemah berupa abu vulkanik dengan ketinggian 500-600 meter ke arah Tenggara hingga Selatan pada Rabu (3/8) pukul 06.28 WIT.  "PVMBG terus melaporkan perkembangan erupsi gunung kepada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Rabu (2/8).

Letusan Gamalama diduga dipicu gempa tektonik 4,6 SR pada pukul 06.14 WIT pagi tadi. Menurut Badan Metereologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), pusat gempa 86 km Barat Daya Halmahera Barat dengan kedalaman 18 km. Hal ini diikuti tremor dengan amplituda maksimum 1,5 mm. Guncangan gempa menyebabkan tekanan dapur magma Gamalama dan pada pukul 06.28 WIT terjadi erupsi.

Suara gemuruh terdengar tiga kali yakni pukul 07.09 WIT, 07.12 WIT dan 07.13 WIT. Adapun hembusan abu mulai menurun pada pukul 06.55 WIT. "Berdasarkan pengecekan di lapangan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PVMBG, material abu ditemukan tipis di daerah Ake Huda, yakni sebelah Selatan-Tenggara lereng Gamalama," kata Sutopo.

Sutopo mengatakan, BNPB telah melakukan koordinasi dengan BPBD, otoritas bandara, polisi dan TNI di Ternate. Menurutnya, masyarakat belum perlu mengungsi, namun diimbau agar tetap tenang dan tidak termakan isu-isu yang sumbernya bukan dari PVMBG atau Pos Pengamatan Gunungapi Gamalama.

PVMBG telah menyusun Volcanic Observatory Notice for Aviation (VONA) untuk peringatan sebaran abu vulkanik di udara terkait keselamatan penerbangan dan sudah dikirimkan ke pihak-pihak terkait.

Hingga saat ini aktivitas Gunung Gamalama masih Waspada (level II) dengan rekomendasi tidak boleh ada aktivitas penduduk dalam radius 1,5 km. "Evaluasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk penetapan peningkatan tingkat aktivitas dan rekomendasinya," kata Sutopo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon