Dana Tersedia Rp 6 Miliar, Pemkab Batanghari Gagal Bangun Pasar Rakyat

Rabu, 3 Agustus 2016 | 09:19 WIB
RS
JM
Penulis: Radesman Saragih | Editor: JEM
Ilustrasi pasar tradisional
Ilustrasi pasar tradisional (ilustrasi)

Jambi -  Harapan masyarakat Kecamatan Muaratembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi untuk memiliki pasar rakyat yang representatif tahun ini pupus sudah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari gagal membangun pasar tersebut akibat kalah di pengadilan dalam kasus sengketa lahan pasar tersebut.

Kepala Bagian (Kabag) Aset Pemkab Batanghari, Deny Eko Purwanto di Muarabulian, Batanghari, Jambi, Selasa (2/8) menjelaskan, areal yang direncanakan sebagai lokasi Pasar Muaratembesi hanya berstatus pinjam pakai. Lahan tersebut milik warga masyarakat dan telah dipakai Pemkab Batanghari sejak 30 tahun silam.

"Karena itu dalam penyelesaian sengketa lahan untuk Pasar Muaratembesi tersebut di Pengadilan Negeri Muarabulian, Batanghari baru-baru ini, Pemkab Batanghari kalah. Adanya surat pinjam pakai yang ditunjukkan pemilik tanah membuktikan bahwa lahan tersebut bukan milik Pemkab Batanghari,"katanya.

Akibat kegagalan pembangunan pasar Muaratembesi tersebut, sekitar Rp 6 miliar dana yang siap digunakan untuk membangun pasar itu terpaksa dikembalikan ke Pemerintah Pusat.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batanghari, Suparno di Batanghari, Selasa (2/8) menjelaskan, sekitar Rp 6 miliar dana pembangunan Pasar Muaratembesi disalurkan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Batanghari.

"Karena pembangunan pasar tersebut batal, maka dan tersebut harus dikembalikan ke Pemerintah Pusat. Namun kami berupaya agar dana pembangunan Pasar Muaratembesi bisa dialihkan kepada renovasi Pasar Kramat Tinggi, Muarabulian, Batanghari untuk tahun 2017. Usulan tersebut sudah kami sampaikan kepada Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI,"katanya.

Dijelaskan, Pemkab Batanghari membutuhkan pasar rakyat yang representatif yang dekat dengan sentra-sentra produksi pertanian dan berada di jalur perdagangan Kota Jambi – Batanghari- Kabupaten Bungo – Padang, Sumatera Barat. Lokasi yang tepat untuk pasar tersebut, yakni di Muaratembesi dan Muarabulian, Ibukota Kabupaten Batanghari. [141]

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon