Kapuspen TNI: Laporan ke Polri untuk Pembuktian dan Kebenaran
Rabu, 3 Agustus 2016 | 14:54 WIB
Jakarta - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Tatang Sulaiman meminta masyarakat untuk tidak melihat laporan TNI ke Polri terkait testimoni gembong narkoba Freddy Budiman sebagai upaya untuk memidanakan seseorang. Kapuspen meminta agar laporan itu sebagai upaya untuk pembuktuan dan kebenaran.
"Tolong dipahami, pengaduan TNI ini jangan dilihat hanya sebagai upaya menyeret atau mempidanakan semata, tetapi yang terpenting adalah mendorong adanya upaya pembuktian dan kebenaran," ujar Tatang dalam siaran pers yang diterima BeritaSatu.com di Jakarta, Rabu (3/8).
Menurut Kapuspen TNI, yang terpenting dari laporan itu adalah sebagai pembelajaran bagi masyarakat agar testimoni semacam ini tidak menjadi gejala baru. "Testimoni selalu muncul apabila orangnya sudah meninggal, karena yang susah nantinya pihak hukum, dalam hal ini Kepolisian, untuk melakukan pembuktian," ujarnya.
Tatang berharap, testimoni Freddy Budiman tersebut tidak sampai merusak kepercayaan publik terhadap institusi TNI. Apalagi, beberapa lembaga survei menempatkan TNI di posisi teratas dalam hal kepercayaan publik. "Jangan sampai TNI yang sudah bersusah payah membangun opini positif dan meningkatkan kepercayaan publik dirusak oleh isu atau rumor seperti testimoni ini. Jadi, ini harus dipertanggung jawabkan," ucapnya.
Kapuspen juga menyampaikan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kerap menegaskan bahwa prajurit TNI siap 24 jam dalam memberikan pasukan terbaik untuk memberantas narkoba. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa Indonesia saat ini dalam posisi darurat narkoba dan perang terhadap narkoba.
Terkait pemberantasan narkoba di lingkungan TNI, Tatang memberikan beberapa contoh kasus, seperti penggerebekan anggota TNI di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dan penangkapan seorang Dandim yang berpangkat kolonel.
Semua itu, ujarnya, berawal dari adanya laporan dan informasi masyarakat. "Namun, informasi yang diberikan jelas identitasnya, tempat, orang, dan waktunya," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




