Pemerintah Diminta Fokus Bersihkan Keterlibatan Aparat dalam Kasus Narkoba

Kamis, 4 Agustus 2016 | 16:24 WIB
YP
FH
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FER
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara/Adiwinata Solihin)

Jakarta - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, meminta pemerintah untuk fokus dalam membersihkan dugaan keterlibatan aparat keamanan dalam kasus narkoba. Menurut Neta, selama ini, hukuman bagi aparatur yang terlibat narkoba sangat rendah, lebih rendah dari hukuman terhadap warga biasa.

"Akibatnya, tidak ada efek jera. Dengan hukuman yang rendah ini, pemerintah sepertinya tidak serius dalam memberantas narkoba. Padahal pemerintah selalu mengimbau masyarakat menjauhi narkoba," kata Neta di Jakarta, Kamis (4/8).

Bahkan, kata dia, pemerintah beberapa tahun lalu pernah mengatakan bahwa di tahun 2015 Indonesia bebas narkoba. Faktanya, kata Neta, hal itu hanya omong kosong karena narkoba makin marak masuk ke Indonesia.

"Sebab itu, jika pemerintah benar-benar ingin memberantas narkoba, target utama dan target pertama adalah membersihkan aparatur baik yang menggunakan narkoba maupun yang berkolusi dengan bandar, segera dijatuhi hukuman mati," ungkap dia.

Dengan demikian, kata Neta, tidak ada lagi aparatur yang bermain-bermain dengan narkoba atau berkolusi dengan bandar narkoba. Setelah itu, baru menertibkan bandar dan pengedar serta pemakai narkoba.

"Jika yang diburu hanya pemakai, sementara tidak ada hukuman mati bagi aparatur yang terlibat narkoba, maka pemberantasan narkoba hanya kampanye omong kosong," pungkas Neta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon