Reksa Dana Syariah Masih Atraktif di Semester II

Kamis, 11 Agustus 2016 | 10:26 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
Ilustrasi.
Ilustrasi. (BSMH)

Jakarta- Program amnesti pajak yang dicanangkan pemerintah, diyakini bisa membuat investasi di reksa dana kian diminati investor, termasuk berinvestasi di reksa dana syariah. Untuk itu, manajer investasi diharapkan bisa menangkap momentum tersebut dengan semaksimal mungkin.

"Kalau dilihat dari dana statistik di OJK, ada peningkatan meski pertumbuhannya tidak sebesar di konvensional. Tapi, bukan berarti investasi di reksa dana syariah tidak menarik. Tinggal sosialisasinya saja yang masih kurang," ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di sela-sela Award Dinner and Presentation Best Syariah di Jakarta, Rabu (10/8).

Promosi terhadap reksa dana syariah, menurutnya, akan lebih maksimal jika didukung oleh OJK dan MUI.

Reksa dana syariah, tambah Reza, mayoritas terdiri dari saham-saham konsumer. Sehingga, tingkat imbal hasilnya bisa jauh lebih stabil. "Isinya kebanyakan nonbank, jadi pergerakannya tidak volatile dan return-nya jauh lebih stabil," katanya.

Reksa dana syariah yang mengacu pada Jakarta Islamics Index (JII), menurutnya, di semester I cukup atrataktif. Hal itu mengingat reksa dana ini lebih stabil dibanding beberapa indeks lainnya. Sedangkan di semester II, pergerakan reksa dana baik syariah maupun konvensional, menurut Reza, secara historical cenderung bergejolak.

"Semester II lebih kepada pembuktian dari apa yang sudah disampaikan. Investor sudah over confident, pemerintahnya over fantastis," katanya.

Sebagai catatan, produk reksa dana syariah mencatat pangsa pasar 3,15 persen per Juli 2016 dengan NAB syariah sebesar 9.928,5 miliar dibanding NAB total reksa dana Rp 305.059 miliar. Pangsa kapitalisasi saham syariah terhadap kapitalisasi pasar modal sebesar 38,28 persen per Juli 2016. Nilai kapitalisasi saham syariah naik dari Rp 1.737,29 triliun tahun 2015 menjadi Rp 2.149,43 triliun per Juli 2016.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon