Kartel Narkotika Membantai 12 Polisi Meksiko
Selasa, 20 Maret 2012 | 11:59 WIB
Polisi tengah melakukan konvoi saat dibombardir tembakan.
Niatnya menyergap malah terbantai. Inilah musibah yang dialami pihak kepolisian Meksiko saat melakukan penggerebekan di sebuah jalan raya pegunungan. Operasi polisi ini menelan korban jiwa hingga 12 aparat polisi.
Polisi melakukan penyeberbuan ini sebagai bagian dari kriminalitas perdagangan obat bius yang sedang berkembang di daerah tersebut.
Menurut Arturo Martinez, juru bicara pemerintah daerah Guerrero, gerombolan bersenjata memulai tembakan pada Minggu (18/3) malam yang diarahkan ke sebuah konvoi polisi, menewaskan 12 orang petugas dan melukai 11 orang lainnya,
Penyergapan itu mengambil tempat di sebuah jalan bebas hambatan di sebuah kawasan pedesaan dekat kota Teloloapan, yang berlokasi di daerah selatan Meksiko di antara resor pantai Acapulco dan Meksiko.
Pada Senin (19/3) dini hari, beberapa kepala dari 10 orang dijajarkan di sebuah jalan di luar sebuah rumah penyembelihan di pusat kota Teloloapan.
Daerah itu telah lama digunakan sebagai markas kelompok penjual obat-obat terlarang dan narkotika, untuk menumbuhkan mariyuana. Sekitar negara bagian Guerrero mulai mengalami kenaikan tingkat kriminalitas sejak tahun lalu ketika beberapa kelompok besar penjahat-penjahat ini saling bertempur untuk memperebutkan rute pengedaran narkotika.
Kartel La Familia dan cabangnya, Los Caballeros Templarios (The Knights Templar) adalah di antara geng yang saling bertarung memperebutkan teritori ini. Kepala-kepala yang dijejerkan itu ditinggalkan di sana dengan sebuah pesan yang mengancam geng La Familia.
Lebih dari 50.000 orang, termasuk lebih dari 2500 polisi dan tentara, telah meninggal dalam kekerasan yang berhubungan dengan narkotika sejak Presiden Felipe Calderon meluncurkan sebuah pasukan yang memberantas kartel-kartel ini sejak ia menduduki jabatan presiden lima tahun lalu.
Niatnya menyergap malah terbantai. Inilah musibah yang dialami pihak kepolisian Meksiko saat melakukan penggerebekan di sebuah jalan raya pegunungan. Operasi polisi ini menelan korban jiwa hingga 12 aparat polisi.
Polisi melakukan penyeberbuan ini sebagai bagian dari kriminalitas perdagangan obat bius yang sedang berkembang di daerah tersebut.
Menurut Arturo Martinez, juru bicara pemerintah daerah Guerrero, gerombolan bersenjata memulai tembakan pada Minggu (18/3) malam yang diarahkan ke sebuah konvoi polisi, menewaskan 12 orang petugas dan melukai 11 orang lainnya,
Penyergapan itu mengambil tempat di sebuah jalan bebas hambatan di sebuah kawasan pedesaan dekat kota Teloloapan, yang berlokasi di daerah selatan Meksiko di antara resor pantai Acapulco dan Meksiko.
Pada Senin (19/3) dini hari, beberapa kepala dari 10 orang dijajarkan di sebuah jalan di luar sebuah rumah penyembelihan di pusat kota Teloloapan.
Daerah itu telah lama digunakan sebagai markas kelompok penjual obat-obat terlarang dan narkotika, untuk menumbuhkan mariyuana. Sekitar negara bagian Guerrero mulai mengalami kenaikan tingkat kriminalitas sejak tahun lalu ketika beberapa kelompok besar penjahat-penjahat ini saling bertempur untuk memperebutkan rute pengedaran narkotika.
Kartel La Familia dan cabangnya, Los Caballeros Templarios (The Knights Templar) adalah di antara geng yang saling bertarung memperebutkan teritori ini. Kepala-kepala yang dijejerkan itu ditinggalkan di sana dengan sebuah pesan yang mengancam geng La Familia.
Lebih dari 50.000 orang, termasuk lebih dari 2500 polisi dan tentara, telah meninggal dalam kekerasan yang berhubungan dengan narkotika sejak Presiden Felipe Calderon meluncurkan sebuah pasukan yang memberantas kartel-kartel ini sejak ia menduduki jabatan presiden lima tahun lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




