Petani di Bengkulu Tidak Tertarik Program 31.000 Hektare Jagung

Sabtu, 13 Agustus 2016 | 19:40 WIB
U
FB
Penulis: Usmin | Editor: FMB
Ilustrasi Produksi Jagung RI
Ilustrasi Produksi Jagung RI (Antara/Antara)

Bengkulu - Target pengembangan tanaman jagung di Bengkulu, tahun 2016 seluas 31.000 hektare di sejumlah kabupaten dan kota dikhawatirkan tidak terealisasi 100 persen karena lahan tidak cukup, serta petani tidak berminat menanamnya.

"Kami khawatir target pengembangan tanaman jagung tahun ini seluas 31.000 hektare di Bengkulu, tidak dapat direalisasikan 100 persen karena lahan tidak cukup dan petani di beberapa kabupaten tidak berminat menanamnya," kata Kepala Bidang Produksi, Distan Bengkulu, Farurozi, di Bengkulu, Jumat (12/8).

Ia mengatakan, pengembangan tanaman jagung seluas 31.000 itu, dilakukan dua tahap. Tahap pertama seluas 11.000 hektare dan tahap dua seluas 20.000 hektare. Khusus tahap pertama sudah terealisasi 100 persen.

Sedangkan tahap kedua seluas 20.000 hektare, saat ini dalam persiapan lahan dan pembentukan kelompok tani di sejumlah kabupaten dan kota di Bengkulu, yang menjadi sasaran lokasi proyek tersebut.

Khusus petani di Kabupaten Lebong dan beberapa kabupaten lainya di Bengkulu, menyatakan tidak siap untuk menanam jagung di lahan sawahnya. Sebab, sebentara lagi petani di daerah ini akan turun sawah untuk menanam padi.

Sedangkan petani di kabupaten lainnya, termasuk di Kota Bengkulu, siap menanam jagung di lahan sawahnya. Namun, kendala yang dihadapi saat ini, luas lahan yang diperlukan sekitar 2.000 hektare, tidak tersedia.

"Sekarang kita sedang mencari lahan masyarakat yang kosong untuk di tanami jagung karena lahan yang ada tidak cukup, sehingga target pengembangan jagung seluas 31.000 hektare tidak dapat dicapai 100 persen samapi akhir Maret 2017 mendatang," ujarnya.

Farurozi menambahkan, khusus untuk pengembangan jagung tahap dua seluas 20.000 hektare batas waktunya akan berakhir pada Maret 2017 mendatang, sehingga masih ada waktu untuk merealisasikan program tersebut dengan baik.

Setiap petani yang bersedia menanam jagung di lahan miliknya akan diberikan bantuan dana penggarapan lahan sebanyak Rp 2 juta/ha berikut pupuk dan bibit jagung gratis. Dana ini akan diberikan Distan Bengkulu melalui kelompok tani masing-masing.

"Jadi, petani atau kelompok tani hanya menyiapkan lahan saja. Biaya penggarapan lahan, bibit dan pupuk dibantu pemerintah pusat. Ini dilakukan agar petani bersedia menanam jangung guna meningkatkan produksi pangan non beras di daerah ini," ujarnya.

Pengembangan tanaman jagung di Bengkulu, kata Rozi melibatkan anggota TNI Korem 041 Gamas setempat. Hal ini dilakukan untuk menyukseskan program penanaman jagung di Bengkulu tahun 2016 seluas 31.000 hektare.

Kerja sama Distan Bengkulu dengan Korem 041 Gamas setempat tidak hanya pada pengembangan tanaman jagung saja, tapi kerja sama serupa juga dilaksanakan dalam pencetakan sawah baru di sejumlah kabupaten dan kota di daerah ini.

"Sejak dua tahun lalu, Distan Bengkulu, sudah menjalin kerja sama dengan jajaran Korem 041 Gamas setempat dalam program pencetak sawah baru dan optimalisasi sawah di sejumlah kabupaten dan kota di daerah ini guna meningkatkan produksi beras di Bengkulu," ujarnya

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon