Full Day School Dinilai Kurangi Hak Anak

Minggu, 14 Agustus 2016 | 16:47 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
ilustrasi.
ilustrasi. ( JG Photo/Safir Makki)

Cirebon - Wali Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Nasrudin Azis, berpendapat, rencana kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tentang full day school atau sekolah sehari penuh dapat mengurangi hak anak untuk bermain.

"Kalau saya berpendapat pribadi mengenai rencana itu kurang setuju, karena bisa mengurangi hak anak. Padahal, anak-anak itu perlu bermain dan bersosialisasi di lingkungannya," kata Azis di Cirebon, Minggu (14/8).

Azis juga tidak setuju kalau rencana tersebut diwajibkan oleh Mendikbud, karena selain mengurangi hak anak, full day school juga bisa berdampak mengurangi kreativitas anak. Selain itu, kata dia, hal tersebut bisa mengurangi anak untuk bergaul dengan lingkungan, karena anak-anak perlu bergaul dan bersosialisasi.

"Saya tidak setuju kalau itu diwajibkan, lebih baik kalau itu masih mau diterapkan ya sebagai pilihan saja bukan kewajiban," tuturnya.

Azis mengatakan, meskipun didalam sekolah mereka bisa bermain dan bersosialisasi, namun itu sangat terbatas dan akan sangat mengganggu kreativitas anak.

Padahal interaksi itu sangat diperlukan untuk menjadikan kepribadian anak dan jika rencana itu untuk mencegah terjadinya tawuran, sama saja memenjarakan anak.

Azis menambahkan, untuk mencegah terjadi kenakalan anak itu tidak bisa hanya dengan full day school, namun peranan orang tua dan lingkungan yang sangat mendominasi.

"Intinya, saya kurang setuju adanya full day school," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon