Pembangunan Stadion BMW Ditunda

Senin, 15 Agustus 2016 | 17:47 WIB
DP
IC
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: CAH
Maket taman dan stadion BMW
Maket taman dan stadion BMW (Istimewa)

Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menunda pembangunan Stadion Bersih, Manusiawi, Wibawa (BMW). Penundaan dilakukan karena selain membutuhkan dana yang besar juga terbentur dengan periodisasi pergantian masa jabatan Gubernur pada tahun 2017 besok.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Firmansyah mengatakan, saat ini pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut masih dalam kondisi yang tidak mungkin dibangun. Apalagi saat ini prioritas Pemprov DKI Jakarta adalah untuk pembangunan infrastruktur lainnya yang lebih dibutuhkan masyarakat.

"Berharap periode berikutnya baru kita lakukan karena kami butuh waktu tiga tahun untuk membangun stadion yang besar itu. Jadi tidak tahun ini," ujar Firmansyah di Jakarta, Senin (15/8).

Untuk pembangunannya, pihaknya sudah mengusulkan di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1,3 triliun. Namun karena ditunda, usulan itu pun tidak akan dilakukan kembali di APBD tahun depan mengingat akan adanya pergantian masa jabatan Gubernur. Penundaan itu dilakukan karena pembangunan stadion ini harus tahun jamak atau multiyears.

"Ya mudah-mudahan setelah Pemilihan Gubernur, karena kalau diajukan tahun depan pun tanggung. Apalagi skala prioritasnya sekarang ke arah pembangunan untuk rusun dan lainnya," katanya.

Jika tidak menggunakan APBD, kemungkinan pembangunannya akan dilakukan dengan memanfaatkan kewajiban pengembang. Hanya saja untuk itu pihaknya belum menelusurinya kendati sempat juga dilakukan komunikasi kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melakukan pembangunannya.

"Tapi belum tahu sejauh mana.Satu-satu, mungkin Jakpro juga urusannya banyak, ada LRT dan lainnya, tidak bisa semua," terangnya.

Hingga saat ini Detail Engineering Design (DED) stadion tersebut termasuk area taman di sekelilingnya sudah ada sehingga tinggal dilakukan pembangunann saja. Review ulang atas DED akan dilakukan apabila pembangunan sudah benar-benar akan dilakukan. Pasalnya, pihaknya sejauh ini akan tetap menggunakan desain yang sudah ada tersebut.

"Kecuali minta redesain, tapi itu buang-buang uang lagi. Toh desain yang sudah ada sudah bagus kok. Semuanya sudah multipurpose, boleh dikatakan semua sudah dengan model yang standar internasional," katanya.

Di area stadion yang akan dibangun berkapasitas 50.000 penonton itu juga akan dibangun dua lapangan latihan berikut dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berupa taman serta danau untuk rekreasi dan olahraga air. Stadion tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 12,5 hektare.

Terkait dengan status lahan yang kemungkinan masih ada sengketa, Dinas Olahraga dan Pemuda menyerahkannya kepada Biro Hukum DKI Jakarta untuk menyelesaikannya hingga tuntas

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon