BPBD: Titik Panas di Kalbar Terus Meningkat
Selasa, 16 Agustus 2016 | 16:26 WIB
Pontianak - Jumlah titik panas (hot spot) di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus mengalami peningkatan. Sebelumnya, menurut pantauan sensor Modis, hot spot tersebut hanya berkisar di angka 30 titik. Namun, hari Selasa ini (16/8), sudah mencapai 90 titik.
Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kalbar, T.T.A. Nyarong, mengatakan, yang perlu di kawal atau dijaga secara ketat adalah lahan gambut yang terlantar. Artinya, kata dia, lahan itu tidak dimiliki atau dikuasai oleh perusahaan baik perkebunan maupun kehutanan dan juga tidak dimiliki warga masyarakat.
"Jika lahan ini terbakar, akan sangat sulit dipadamkan karena warga atau perusahaan kurang peduli terhadap lahan terlantar. Untuk itu, diminta kepada segenap masyarakat dan aparat terkait untuk dapat menjaga dan mengawasi lahan terlantar," kata Nyarong.
Sekarang ini, lanjut dia, diperlukan tindakan nyata dilapangan. Selain itu, masyarakat disekitar lahan atau hutan juga harus diberdayakan.
"Sehingga, jika ada titik api dapat dengan cepat dipadamankan dan tidak sempat menjadi besar. Selain itu, aparat dan masyarakat juga harus bekerja sama untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan," tambah dia.
Menurut Nyarong, pihaknya telah membentuk 10 desa percontohan siaga api. Di lokasi tersebut, kata dia, ditempatkan satgas yang terdiri dari aparat terkait serta masyarakat desa.
"Mereka yang tergabung di dalam satgas ini, juga dibekali dengan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pemadaman," kata Nyarong.
Untuk tiga kabupaten yang dianggap rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena memiliki lahan gambut yang relatif luas, kata dia, pihaknya melakukan pemantauan dan pengawalan di lapangan.
"Selain itu, lahan terlantar yang tidak dimiliki atau tidak dikuasai oleh perusahaan, secara berjenjang akan dijaga dan diawasi dengan ketat oleh kepala desa, camat, dan bupati," kata Nyarong.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




