Jurnalis Bogor Kecam Tindakan Anarkistis Aparat kepada Wartawan

Selasa, 16 Agustus 2016 | 17:57 WIB
VS
IC
Penulis: Vento Saudale | Editor: CAH
Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) menurunkan alat dan kartu identitas peliputan sebagai bentuk kecaman terhadap perlakuan apara kepada jurnalis, 16 Agustus 2016.
Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) menurunkan alat dan kartu identitas peliputan sebagai bentuk kecaman terhadap perlakuan apara kepada jurnalis, 16 Agustus 2016. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Bogor - Puluhan wartawan Bogor menggelar aksi solidaritas terhadap kasus kekerasan yang dialami oleh dua jurnalis korban kekerasan oleh oknum TNI Angkatan Udara di Medan, Sumateran Utara.

Berbagai pewarta media baik elektronik, cetak, online, baik nasional maupun lokal mereka berkumpul diseputaran Tugu Kujang, Kota Bogor sambil berorasi dan menggelar spanduk bertuliskan kecaman terhadap oknum TNI AU yang melakukan kekerasan.

Ketua Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB), Haryudi mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kekecewaan jurnalis Bogor terhadap aparat penegak hukum khususnya TNI yang dinilai telah mencederai kebebasan pers.

"Jelas rekan kita di sana tengah bertugas melakukan peliputan sambil menggantungkan identitas mereka. Tapi nyatanya tetap menjadi korban kekerasan oleh oknum TNI yang melakukan pengamanan. Itu melanggar kebebasan pers," kecamnya Selasa (16/8)

Haryudi menambahkan, berdasarkan dari data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo kebebasan pers mengalami penurunan. Selain itu, musuh terbesar insan pers yang dapat mengancam keselamatan pers sendiri yaitu aparat penegak hukum.

"Sejak Jokowi menjadi Presiden, kebebasan pers kita menurun. Tidak jarang insan pers yang sedang bertugas justru menjadi korban kekerasan oleh oknum penegak hukum di negara ini," tegasnya.

Untuk itu, para wartawan se-Bogor ini mengecam dan mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU di Medan. Mereka juga meminta oknum tersebut diproses secara hukum atau peradilan militer karena telah mencederai kebebasan pers.

"Kita ingin oknum itu di proses! Tidak menutup kemungkinan kita bisa menjadi korban mereka yang selanjutnya. Kita juga ingin pemerintah mencopot oknum tersebut dari jabatannya karna mereka bukan melindungi tapi malah melukai kita," katanya.

Disela-sela aksi solidaritas ini, wartawan Bogor juga menggelar aksi teatrikal dan aksi melepas peralatan dan identitas peliputan sebagai simbol kekeceawaan mereka terhadap oknum TNI dan matinya kebebasan pers di Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon