Micro Homes, Solusi Atasi Backlog Rumah

Sabtu, 27 Agustus 2016 | 16:04 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ilustrasi perumahan yang dibangun pemerintah.
Ilustrasi perumahan yang dibangun pemerintah. (Istimewa)

Jakarta - Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), saat ini tercatat 1,6 miliar orang tinggal di rumah yang tidak layak huni. Sementara, sekitar 100 juta orang lainnya tidak memiliki rumah. Selain itu, sekitar 50 persen perumahan di Asia Selatan dan 25 persen perumahan di Amerika Latin masuk dalam kategori tidak layak huni.

PBB sendiri telah memperkirakan di tahun 2030, jumlah manusia akan bertambah sebanyak 3 miliar orang atau sekitar 40 persen dari total populasi dunia saat ini. Mirisnya lagi, semuanya tentu membutuhkan rumah. Atas dasar tersebut, banyak arsitek menyadari bahwa rumah berukuran kecil (Micro House) bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan diatas.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Micro Homes? Sejatinya, belum ada definisi khusus untuk menggambarkan apa yang dimaksudkan dengan istiah tersebut. Namun, rata-rata berpendapat bahwa Micro Homes merupakan sebuah hunian mungil, dengan lahan yang juga terbatas, namun dapat menampung banyak orang dengan nyaman.

Arsitek beken kelas dunia seperti Renzo Piano, terkenal ke seantero dunia dengan proyek bernama London's Shard. Dirinya merupakan salah satu perintis dalam desain rumah mungil yang nyaman.

Konsep Diogene Micro Home hasil karyanya, hanya memiliki ukuran 7,5 meter persegi (M2). Namun, dengan ukuran yang super mungil tersebut, rumah kreasinya tetap nyaman untuk ditempati. Dalam rumah tersebut, terdapat meja lipat, toilet, panel surya, dan perangkat pengumpul air hujan. Bisa dikata, rumah ini sangat mengutamakan konsep ramah lingkungan.

Selain Piano, Centrala Architects mengklaim telah membangun rumah terkecil di dunia yang diberi nama The Keret House. Lokasi hunian mungil ini berada di bekas perkampungan Yahudi di Warsawa, Polandia. Rumah tersebut dibangun di dalam gang dan hanya berukuran 122 centi meter (CM).

"Kami melihat, konsep Micro Homes memiliki peranan penting dalam mengurangi jumlah kekurangan rumah di tahun-tahun mendatang. Setelah konsep tersebut digunakan orang banyak, tentunya kalangan pengembang dapat membangun ribuan rumah diatas lahan yang terbatas," kata Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman, dalam siaran persnya, Sabtu (27/8).

Lebih lanjut, Polman menyebutkan, setelah kalangan pengembang mengetahui cara yang paling tepat untuk membangun dan memasarkan konsep hunian mungil ini, dapat dipastikan Micro Homes akan menjadi salah satu produk unggulan.

"Banyak orang berpikir, hidup nyaman haruslah memiliki rumah dalam ukuran atau standar tertentu. Adanya Micro Homes, membuktikan tidak perlu ukuran rumah yang begitu besar untuk dapat hidup nyaman," kata Polman.









Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon