Ganjil-Genap Diberlakukan, Ahok Akui Jalur Alternatif Makin Padat

Rabu, 31 Agustus 2016 | 09:56 WIB
DP
JS
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: JAS
Polisi menilang pelanggar aturan ganjil genap di Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Selasa 30 Agustus 2016
Polisi menilang pelanggar aturan ganjil genap di Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Selasa 30 Agustus 2016 (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengakui diterapkannya sistem ganjil-genap membuat jalur alternatif menjadi lebih padat. Hal tersebut sama halnya dengan penerapan 3 in 1 beberapa waktu lalu.'

"Ini (sistem ganjil-genap) juga bukan solusi yang baik, tapi ini jauh lebih baik daripada 3 in 1 yang malah buat anak-anak kecil disewa, dikasih obat penenang. Ini tentu jauh lebih baik," ujar sosok yang kerap disapa Ahok ini di Balai Kota, Rabu (31/8).

Meskipun pelanggarannya tinggi, Basuki mengatakan pihaknya meminta untuk para pelanggar itu ditilang biru saja. Dengan demikian pelanggar tidak perlu sidang di pengadilan dan cukup membayar denda maksimal Rp 500.000 dengan menyetor ke bank.

Hasil tilang itu sendiri, katanya masuk ke pemerintah dan bisa menjadi subsidi bagi transportasi di DKI. Apalagi pihaknya sudah menganggarkan untuk Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp 3,2 triliun untuk transportasi umum.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan menambah jumlah armada bus yang gratis mengingat sekitar 100 unit bus juga akan kembali datang tahun ini.

"Saya kira adillah, kita lakukan seperti ini," pungkasnya.









Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon