Kondisi Tersangka Bom Medan Masih Sangat Lemah

Kamis, 1 September 2016 | 20:03 WIB
AS
IC
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: CAH
Tersangka pelaku teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016.
Tersangka pelaku teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016. (Istimewa)

Medan -  Arista Boru Purba, ibu tersangka percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Medan, Ivan Armadi, menyampaikan, kondisi anaknya masih lemah selama menjalani pemeriksaan oleh penyidik Detasemen Khusus 88 di Markas Polresta Medan.

"Ivan belum bisa makan karena mulutnya terluka akibat dianiaya saat ditangkap. Dia susah untuk mengunyah makanan. Dia juga kelelahan saat menjalani proses pemeriksaan," ujar Arista boru Purba di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (1/9).

Arista mengaku tidak menduga atas perbuatan anaknya yang mau melakukan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Medan. Sebab, Ivan Armadi dikenalnya sebagai anak yang baik dan rajin beribadah. Ivan juga dikenal sebagai anak yang pintar.

"Dia mempunyai cita-cita untuk bisa membuat robot dan roket. Itu pernah dia sampaikan kepada kami. Namun, kami tidak mengetahui kalau dia merakit bom di rumah. Dia sudah mengaku bersalah dan minta maaf kepada kami orangtuanya," katanya.

Meski terpukul melihat anaknya sebagai pelaku percobaan bom bunuh diri, Arista menyampaikan penanganan penyidikan oleh Densus 88 terhadap anaknya tersebut, tidak disertai dengan kekerasan. Bahkan, penyidik membiarkan Ivan tertidur saat menjalani pemeriksaan.

"Penyidik mengerti dengan kondisi dan keadaan anak kami tersebut. Bahkan, kami diminta penyidik untuk membiarkan dan tidak mengganggu Ivan saat tertidur di ruang pemeriksaan. Dia diberikan waktu beristirahat," sebutnya





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon