Dinkes: Belum Ada Warga Bengkulu Terjangkit Virus Zika

Jumat, 2 September 2016 | 13:17 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Ilustrasi nyamuk yang menyebarkan virus DBD dan virus zika
Ilustrasi nyamuk yang menyebarkan virus DBD dan virus zika (Istimewa)

Bengkulu - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Amin Kurnia mengatakan, sampai sekarang belum ada warga daerah ini terjangkit virus Zika.

"Berdasarkan hasil pantuan kita di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu, sampai sekarang belum ada masyarakat daerah ini terkena virus Zika. Untuk sementara ini, Bengkulu aman dari ancaman virus Zika," kata Amin Kurnia, di Bengkulu, Kamis (1/9).

Ia mengatakan, meski korban virus Zika belum ditemukan di Bengkulu, tapi Dinkes setempat terus menerus mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai ancaman virus tersebut, karena virus Zika disebabkan nyamuk Aedes aegypti sama dengan BDB.

Selain itu, Dinkes Bengkulu juga meningkatkan sosialisasi bahaya virus Zika kepada masyarakat di 10 kabupaten dan kota di daerah ini. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat mengetahui tanda-tanda terjangkit virus Zika.

Virus Zika pada umumnya menyerang balita dan ibu hamil. Bagi ibu hamil yang terkena virus Zika akan mempengaruhi kesehatan bayi yang dikandungnya. "Karena itu, kita minta ibu hamil mewaspadai virus tersebut," ujarnya.

Amin menambahkan, tanda-tanda terjangkit virus Zika sama dengan DBD, deman disertai panas tinggi. "Jika ada anggota keluarga yang demam dengan panas tinggi segera diperiksa di puskesmas atau RSU setempat," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah, Dahril Mukminin. Ia mengatakan, sejauh ini belum ada warga setempat yang terkena virus Zika kecuali demam berdarah.

"Dari hasil monitoring kita di lapangan dan puskesmas yang ada di Bengkulu Tengah, belum ada warga yang terkena virus Zika, tapi kalau kasus BDB cukup banyak di daerah ini," ujarnya.

Meski demikian, Dinkes Bengkulu Tengah tetap memantau penyakit tersebut di daerah ini. Sebab, tanda-tanda terkena vius Zika mirip dengan BDB, yakni deman disertai suhu badan tinggi.

"Jadi, kalau ada anggota keluarga kita yang deman dengan suhu tinggi dan dicurigai terkena virus Zika segera dibawa ke puskesmas atau RSU setempat untuk mendapatkan perawatan secara intensif," ujarnya.

Untuk mengantisipasi berjangkitnya virus Zika di Bengkulu Tengah, Dinkes setempat melakukan kegiatan penyemprotan di daerah-daerah yang sudah ditemukan kasus DBD untuk memutus rantai penularan nyamuk.

"Apalagi wilayah Bengkulu Tengah, termasuk salah satu daerah endemik DBD di Provinsi Bengkulu. Karena itu, Dinkes terus mengimbau masyarakat agar mewaspadai DBD dan virus Zika. Sebab, DBD dan Zika sama-sama disebabkan nyamuk Aedes aegypti," ujarnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon