Umbul Ponggok

Sensasi Berpose di Bawah Air

Minggu, 4 September 2016 | 19:11 WIB
ER
B
Penulis: Edo Rusyanto | Editor: B1
Wisata air Umbul Ponggok
Wisata air Umbul Ponggok (investor daily/edo rusyanto)

GEMERICIK air mengalir dan hembusan angin membelai wajah menyambut wisatawan. Mereka yang menjejakkan kaki ke Umbul Ponggok langsung disodori nuansa khas wisata air.

Umbul Ponggok terletak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bila wisatawan datang dari arah Jogjakarta membutuhkan waktu sekitar 90 menit mengarah ke Solo, lalu kemudian masuk ke Klaten. Jalan aspal yang membentang mulus sepanjang Jogjakarta hingga ke Umbul Ponggok membuat perjalanan menjadi tidak terlalu terasa.

Ketika mendekati areal Umbul Ponggok pemandangan hijaunya pesawahan hadir menyejukan mata yang memandang. Sesekali wisatawan yang berkunjung pada hari biasa akan berpapasan dengan para pelajar yang mengendarai sepeda kayuh. Mereka memakai seragam putih biru dan berkendara secara berkelompok. Terselip juga pemandangan sebagian pelajar yang mengendarai sepeda motor.

Dari Mata Air

Dalam bahasa Jawa, umbul berarti mata air. Sedangkan Ponggok adalah nama dari sebuah desa. Karena itu, Umbul Ponggok dimaknai sebagai kawasan wisata air di desa Ponggok.

"Sumber mata airnya terletak di kedalaman sekitar tiga meter di bagian sisi ujung kolam. Mata air itu terus mengalir sepanjang zaman," papar Mbah Gondrong, pemandu wisata sekaligus fotografer bawah air kepada Investor Daily, di Umbul Ponggok, belum lama ini.

Air yang ditampung di kolam seluas 50x25 meter itu sesungguhnya terus mengalir ke saluran yang ada di sudut kolam. Air mengalir menjadi penting mengingat kolam yang amat jernih itu juga diisi dengan aneka ikan air tawar seperti nilam.
Umbul Ponggok sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Kedalaman kolam bervariasi, yakni berkisar 1,5 meter hingga 3 meter. Di bagian dasar kolam terdapat batu-batu alam yang menambah eksotik kolam tersebut.

Foto Bawah Air

Para pengunjung Umbul Ponggok dikenai pungutan Rp 10 ribu per orang. Iuran itu sudah memberi kesempatan para pengunjung untuk berenang di kolam yang berair jernih dan segar serta ditemani ikan-ikan nila.

Selain tarif masuk biasa, terdapat juga tarif masuk paket. Maksudnya, dengan membayar Rp 25 ribu per orang sudah mendapat fasilitas berupa alat snorkeling dan baju pelampung.

Bagi yang kurang lihai berenang atau bahkan tidak dapat berenang sama sekali tak perlu khawatir. Di area ini tersedia penyewaan pelampung dan alat snorkeling. Jadi, tinggal sewa jadilah menikmati wahana wisata air yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu itu. Selain itu, tentu saja dilengkapi dengan keberadaan para petugas penyelamat (rescue team).
Ciri khas Umbul Ponggok adalah fasilitas fotografi bawah air. Pengelola wahana air ini, yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) Tirta Mandiri melengkapi Umbul Ponggok dengan sejumlah properti pelenggap berpose di bawah air.

Properti yang disediakan cukup beragam, yakni mulai sepeda motor, laptop, tenda, bangku, ayunan hingga speed boat. Properti itu dapat disewa oleh para pengunjung dengan tarif beragam, yakni dari Rp 30 ribu hingga Rp 200 ribu per jam.

Wisata air ini tergolong tidak menguras isi dompet, namun menjanjikan wisata yang menggairahkan. Misal, untuk menikmati fasilitas berpose dengan properti sepeda motor para pengunjung cukup merogoh kocek Rp 100 ribu untuk satu jam. Itu pun untuk satu kelompok yang maksimal tujuh orang. Ada pilihan kedua, yakni Rp 60 ribu untuk setengah jam dengan anggota kelompok empat orang.

Oh ya, itu untuk jasa pemotretan, sedangkan untuk jasa penyewaan sepeda motor dikenai Rp 100 ribu. Jadi, kalau satu jam total yang dibayar adalah Rp 200 ribu, sedangkan setengah jam Rp 160 ribu. Cukup ringan jika dibayar secara patungan.
Sebenarnya bisa juga berpose dengan menggunakan sepeda motor sendiri. Hanya saja, ada biaya untuk membersihkan, menurunkan, dan menaikkan kembali sepeda motor ke darat. Hal yang dibersihkan adalah oli dan bahan bakar minyak (BBM). Jasa lainnya adalah untuk memastikan sistem kelistrikan sepeda motor tetap aman ketika diceburkan ke dalam air.
"Disini ada bengkel dan ahlinya yang siap membantu," ujar Mbah Gondrong.

Untuk menyewa properti dan jasa pemotretan sebaiknya dilakukan secara kolektif. Maksudnya, tunjuklah satu perwakilan untuk mendaftar di bagian registrasi. Maklum, antrean untuk berpose di dalam air cukup panjang dan menyita waktu. Setidaknya butuh waktu 45 menit dari saat registrasi hingga menunggu properti siap digunakan.

"Kalau sedang ramai bisa 32 rombongan yang berfoto di dalam air, kalau sepi sekitar 12 rombongan," kata Eva, penjaga registrasi.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon