Isu SARA Tak Manjur di Pilkada Jakarta

Selasa, 6 September 2016 | 18:20 WIB
CP
FH
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FER
Ilustrasi Pilkada Serentak 2017
Ilustrasi Pilkada Serentak 2017 (Beritasatu.com)

Jakarta - Direktur Pelaksana Manilka Research and Consulting, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, sekitar 70 persen warga DKI Jakarta tidak peduli latar belakang etnis cagub Jakarta. Namun, hasil berbeda ketika ditanyakan mengenai agama.

"Kalau kita tanyakan agama, ada 60 persen warga yang cenderung memilih cagub beragama Islam. Namun, hal ini enggak salah, wajar kalau orang muslim berharap pemimpinnya juga muslim," kata Herzaky, Selasa (6/9).

Secara khusus, menurutnya, isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) tak begitu manjur dijadikan instrumen melawan Ahok. "Kalau Ahok dicecar habis-habisan, jadi tertindas, lawan-lawan politik gunakan isu SARA, masyarakat justru jadi antipati," ujarnya.

Menurutnya, isu kesenjangan sosial dan tudingan ketidakadilan memang menjadi cara lain yang digunakan kelompok anti Ahok. Isu ini, lanjutnya, lebih efektif memojokkan Ahok dibanding persoalan SARA.

"Ini efektif. Gubernur merakyat itu kan berarti betul-betul perhatikan jurang yang lebar antara kelompok masyarakat bawah dan atas. Ahok belum bisa dianggap merakyat," katanya.

Akan tetapi, dia menuturkan, Ahok masih punya cukup waktu hingga pemungutan suara Pilkada Jakarta Februari 2017.

"Dekatkan diri kepada rakyat. Adakan kebijakan yang bisa benar-benar berpihak pada rakyat kecil," tuturnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon