Cegah Zika, Tiongkok Perketat Karantina Bandara

Rabu, 7 September 2016 | 15:16 WIB
JA
B
Penulis: Jeanny Arylien Aipassa | Editor: B1
Sejumlah penumpang pesawat berjalan melewati alat detektor panas tubuh di Bandara Internasional, Soekarno-Hatta, Tangerang, 1 September 2016. Pemerintah Indonesia memperingatkan warganya untuk waspada dan melakukan pencegahan dini agar tidak tertular virus zika khususnya bagi mereka yang akan dan datang dari luar negeri. AFP/Bima Sakti
Sejumlah penumpang pesawat berjalan melewati alat detektor panas tubuh di Bandara Internasional, Soekarno-Hatta, Tangerang, 1 September 2016. Pemerintah Indonesia memperingatkan warganya untuk waspada dan melakukan pencegahan dini agar tidak tertular virus zika khususnya bagi mereka yang akan dan datang dari luar negeri. AFP/Bima Sakti

Guangdong - Pemerintah Provinsi Guangdong, Tiongkok bagian selatan, memperketat karantina dan inspeksi di bandara untuk mencegah masuknya virus Zika yang telah menyebar di beberapa negara Asia Tenggara.

Sejak awal Agustus, tim inspeksi dan karantina Biro Bandara Guangzhou Baiyun melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang berasal dari negara-negara penyebaran virus Zika, seperti Singapura, yang menunjukkan gejala Zika.

"Sekitar 74 penumpamg telah diperiksa, namun tidak ada kasus infeksi Zika yang ditemukan," demikian pernyataan Biro Bandara Guangzhou Baiyun, Selasa (6/9).

Bandara Guangdong memiliki rata-rata 14 penerbangan harian dari dan ke Singapura, di mana sekitar 2.500 penumpang keluar masuk bandara.

Singapura telah mengkonfirmasi 17 kasus baru infeksi virus Zika yanh ditularkan secara lokal, sehingga terdapat 275 orang terinfeksi Zika di negara itu. Negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Thailand, juga telah melaporkan adanya kasus Zika.

Selain memeriksa penumpang yang terindikasi gejala Zika, pihak bandara juga menyediakan tes gratis virus Zika untuk para penumpang. Pemerintah juga mengimbau warga untuk berhati-hati saat bepergian ke negara-negara atau wilayah yang terkena dampak zika.

Biro provinsi setempat menyampaikan, suhu yang tinggi dan lembab di Guangdong saat ini meningkatkan kemungkinan epidemi Zika. Diketahui, virus Zika disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Adapun gejala umum orang yang terinfeksi antara lain demam, ruam kulit dan nyeri sendi.

Sumber : Xinhua



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon