Ideologi Terorisme dan Separatis Masih Tumbuh Subur di Indonesia
Jumat, 9 September 2016 | 14:04 WIB
Jakarta - Pengamat terorisme yang juga mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII), Al Chaidar, menilai, radikalisme adalah salah satu masalah terpenting bangsa Indonesia yang harus segera diselesaikan.
Seiring dengan berjalannya waktu, diingatkan, masalah radikalisme yang berhubungan dengan ideologi terorisme dan separatisme pun masih tumbuh subur di Indonesia.
Menurut Al Chaidar, di era seperti saat ini, semua pihak harus turun tangan untuk menekan segala macam tindakan yang sudah mulai menjurus kepada gerakan radikalisme. Jika tidak, maka sampai kapan pun Indonesia akan tetap dijadikan sasaran gerakan radikal dan aksi teror.
"Ideologi terorisme dan separatisme masih sangat tumbuh subur di Indonesia. Dibutuhkan pendekatan kepada tokoh-tokoh radikal dan separatis, yang tentunya juga harus dilakukan Kepala BIN yang baru," kata Al Chaidar, Jumat (9/9) di Jakarta.
Diingatkan, saat ini seorang Kepala BIN memiliki banyak tantangan yang terus berkembang. Terutama dalam membaca gerakan-gerakan radikal, teror dan separatism yang terjadi di Indonesia dan juga global.
Termasuk, tantangan mengubah tradisi lama intelijen dari penggalangan program defeksi ke penggalangan komunikasi interpersonal kepada para pemimpin kelompok kelompok radikal dan fundamentalis, baik fundamentalis pasar maupun fundamentalis agama.
"Terorisme dan penyebaran narkoba adalah dua hal fundamental yang menjadi tantangan terberat kepala BIN Jenderal Budi Gunawan," ucap Al Chaidar.
Terkait radikalisme, saat ini juga sudah mengarah pada pemanfaatan lembaga pendidikan tinggi sebagai tempat penyebaran paham-paham tersebut. Tidak jarang bahkan dengan melibatkan kalangan terdidik dan menyasar kalangan intelektual (mahasiswa).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




