Ekspansi Jaringan Optik, Telkom Gandeng NEC Corporation

Senin, 12 September 2016 | 21:32 WIB
FN
B
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: B1
Ilustrasi Telkom Indonesia
Ilustrasi Telkom Indonesia (Istimewa)

Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) menggandeng perusahaan asal Jepang, NEC Corporation, untuk menggarap proyek pembangunan sistem kabel optik bawah laut atau Indonesia Global Gateway Cable System (IGG). Nilai kontrak yang diraih NEC sekitar 20 miliar yen atau setara US$ 196 juta.

Sesuai rencana, IGG akan menghubungkan sistem kabel optik pulau Sumatera, Batam, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi dengan Singapura. Infrastruktur ini terdiri atas kabel optik berkecepatan 100 gigabit per detik (Gbps) x 80 panjang gelombang (wl) x 4 fiber pair (fp) optik, sepanjang lebih kurang 5.300 kilometer (km).

General Manager Submarine Network Division NEC Corporation Toru Kawauchi mengatakan, sistem IGG akan menghubungkan sejumlah kota mulai dari Dumai, Batam, Jakarta, Madura, Bali , Makassar, Bilikpapan, Takaran dan Manado dengan Singapura. Setelah pembangunan IGG selesai pada awal 2018, sistem kabel ini akan meningkatkan konektivitas antara kota-kota besar di Indonesia.

Selain itu, sistem IGG juga dirancang untuk memberikan konektivitas langsung antara dua kabel internasional bawah laut, yakni dari Eropa hingga ke Dumai dan dari pantai barat Amerika Serikat sampai ke Manado.

"Sejak pertama kali membangun laut sistem kabel optik bawah laut Telkom pada tahun 1991, NEC terusmembantu untuk memperluas konektivitas domestik Indonesia. Adapun, proyek Papua Cable System(SMPCS) menjadi kontribusi terbaru perseroan, " kata Toru Kawauchi dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Sebagai informasi, sejak 2014, Telkom melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) tergabung dengan sejumlah konsorsium kabel laut internasional yang membangun sambungan ke pusat internet global yakni Amerika Serikat

Mega proyek sistem kabel laut yang menghubungkan Asia Tenggara (ASEAN) dan Eropa dikenal dengan nama proyek South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5).

Submarine Cable System SEA-ME-WE 5 ini merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 20.000 km, dan membentang dari Asia Tenggara ke Eropa, Perancis dan Italia. Rencananya, megaproyek ini akan menghubungkan 17 negara yang dilaluinya. Kabel laut SEA-ME-WE 5 akan memiliki sambungan ke Indonesia dengan titik pendaratan di Dumai dan Medan.

Kabel laut SEA-ME-WE 5 akan terintegrasi dengan sistem kabel laut yang telah dimiliki Telin sebelumnya, yaitu Asia America Gateway (AAG), South East Asia Japan Cable System (SJC), Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMSC), dan Thailand Indonesia Singapore (TIS). Selanjutnya, jaringan internasional ini bakal kian lengkap dengan dibangunnya kabel optik bawah laut South East Asia – United States (SEA-US).

Data Center Singapura
Sementara itu, Telkom melalui Telin belum lama ini telah menyelesaikan konstruksi data center ketiga di Singapura. Telin melakukan topping-out pada gedung lima lantai seluas 20.000 meter persegi tersebut. Data center ini ditargetkan beroperasi pada kuartal III-2016.

Menurut Direktur Innovation & Strategic Portofolio Telkom Indra Utoyo , investasi pembangunan data center sekitar US$ 120 juta. Data center Telin-3 merupakan salah investasi terbesar Telkom di Singapura.

"Tahap pertama, kami tawarkan data center yang akan mengisi dua lantai bangunan ini, dan itu akan ditingkatkan hingga mengisi lima lantai, disesuaikan dengan permintaan pasar," jelas dia, baru-baru ini.

Adapun data center Telin-3 berlokasi di kawasan Singapore Data Centre Park. Lokasi tersebut merupakan inisiatif dari Singapore Infocomm Development Authority (IDA), Economic Development Board (EDB), dan Jurong Town Corporation (JTC).

Aksi ini termasuk salah satu bentuk ekspansi Telkom secara internasional. Selain organik, perseroan juga terus mempertimbangkan peluang akuisisi perusahaan di luar negeri.

Sepanjang semester I-2016, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp 56,45 triliun, tumbuh 15,6% dariperiode yang sama tahun lalu Rp 48,84 triliun. Telkom mencatatkankan EBITDA Rp 28,8 triliun tumbuh 22,8% dari tahun lalu Rp 23,46 triliun, serta laba bersih sebesar Rp 9,93 triliun atau tumbuh 33,3% dari tahun lalu Rp 7,45 triliun.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon