3 Penopang Kinerja Kalbe Farma

Selasa, 13 September 2016 | 21:55 WIB
PS
B
Penulis: Parluhutan Situmorang | Editor: B1
Kalbe Farma Tbk
Kalbe Farma Tbk (Beritasatu.com)

JAKARTA - Kestabilan nilai tukar mata uang, penurunan harga pembelian bahan baku, dan tren peningkatan permintaan akan menjadi penopang pertumbuhan kinerja keuangan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) tahun ini. Perseroan juga diharapkan mampu untuk menaikkan margin keuntungan ke depan.

Sinarmas Sekuritas memperkirakan peningkatan pendapatan Kalbe Farma dari Rp 17,88 triliun menjadi Rp 19,87 triliun tahun ini. EBITDA diharapkan naik dari Rp 2,66 triliun menjadi Rp 3 triliun. Sedangkan laba bersih diharapkan bertumbuh menjadi Rp 2,25 triliun, bandingkan dengan periode tahun 2015 hanya Rp 2 triliun.

Analis Sinarmas Sekuritas Wilbert mengungkapkan, Kalbe Farma berpotensi mencatatkan peningkatan margin keuntungan kotor (gross profit margin/GPM) sepanjang semester II-2016, dibandingkan semester I-2016. Peningkatan ini didukung faktor penurunan harga bahan baku.

Apalagi perseroan sebelumnya telah merealisasikan kontrak pembelian bahan baku susu bubuk (skim powder) berjangka waktu setahun dari sebelumnya hanya enam bulan. "Kontrak tersebut memungkinkan perseroan bisa mengamankan biaya bahan baku tetap stabil atau tidak terpengaruh dengan peningkatan harga di pasaran. Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan margin keuntungan," tulis Wilbert dalam risetnya, baru-baru ini.

Selain faktor harga bahan baku yang cenderung melemah, dia menjelaskan, ekspektasi peningkatan GPM didukung stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat dalam beberapa kuartal terakhir ini. Kondisi ini diharapkan mampu untuk bertahan, seiring dengan kondisi makro ekonomi nasional yang terus membaik.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk mempertahankan pandangan positif terkait perkiraan manajemen Kalbe Farma bahwa pertumbuhan laba per saham (EPS) perseroan berkisar 8-10% tahun ini. Angka pertumbuhan tersebut dinilai masih sejalan dengan proyeksi yang ditetapkan Sinarmas Sekuritas. Oleh karena itu, saham KLBF layak direkomendasikan neutral dengan target harga Rp 1.750.

Terkait semester I-2016, dia menunjukkan, seluruh divisi Kalbe Farma menunjukkan penjualan yang positif yang terlihat sejak kuartal II-2016. Performa penjualan terbaik dibukukan divisi distribusi dan logistik serta nutrisi. Sedangkan penjualan obat resep juga menunjukkan perbaikan atau mulai kembali, seperti kondisi sebelumnya.

Peningkatan Keuntungan
Pandangana senada diungkapkan analis CIMB Securities Erindra Krisnawan. Menurut dia, margin keuntungan perseroan cenderung membaik dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini bisa terealisasi, apabila nilai tukar mata uang tetap stabil hingga akhir tahun. "Kami menilai kondisi ini kemungkinan tercapai didukung perkiraan kondisi makro ekonomi dan tingkat kepercayaan konsumen yang cenderung stabil," ungkap dia dalam risetnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong CIMB Securities untuk merevisi naik target EPS Kalbe Farma berkisar 3-6% untuk periode 2016-2018. Peningkatan proyeksi EPS ini juga mempertimbangkan pertumbuhan performas seluruh divisi yang sudah mulai terlihat pada kuartal II-2016 lalu. CIMB Securities juga menaikkan target harga saham KLBF menjadi Rp 1.900 dengan rekomendasi add (potensi return di atas 10%).

Peningkatan target harga ini juga mempertimbangkan pertumbuhan tingkat kepercayaan terhadap Kalbe Farma untuk memperkuat pertumbuhan hingga akhir tahun ini. Perseroan diproyeksikan mampu untuk membukukan peingkatan pendapatan dari Rp 17,88 triliun menjadi Rp 19,39 triliun tahun ini. Sedangkan laba bersih berpotensi naik dari Rp 2,07 triliun menjadi Rp 2,40 triliun.(hut)





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon