Gencatan Senjata Diberlakukan di Suriah

Rabu, 14 September 2016 | 00:10 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Kepulan asap terlihat di luar pinggiran kota Aleppo, Suriah, pada Minggu, 4 September 2016.
Kepulan asap terlihat di luar pinggiran kota Aleppo, Suriah, pada Minggu, 4 September 2016. (AFP Photo/George Ourfalian)

Aleppo – Gencatan senjata yang dicapai demi perdamaian di Suriah dianggap sebagai peluang terakhir. Hal ini terlihat pada Selasa (13/9), di hari pertama pelaksanaan gencatan senjata, di mana penduduk di seluruh negeri melaporkan waktu jeda sejak aksi kekerasan bertahun-tahun.

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia dan Amerika Serikat (AS) memperlihatkan suasana tenang tanpa berondongan senjata pada saat matahari terbenam, Senin (12/9). Ini merupakan upaya terbaru untuk mengakhiri konflik yang telah menyebabkan 300 ribu orang tewas, sejak konflik dimulai pada Maret 2011.

Perjanjian tersebut juga bertujuan mengakhiri pertempuran antara pasukan Presiden Bashar al-Assad dan berbagai pemberontak, kecuali pasukan jihad kelompok Negara Islam (NI).

Menurut laporan koresponden AFP, di kota kedua Aleppo – yang menjadi medan pertempuran utama dalam beberapa pekan terakhir – pada bagian timur yang dikuasai pemberontak dan bagian barat yang dikuasai pemerintah, kondisi di malam hari dan pagi hari berlalu tanpa ada serangan udara atau tembakan roket.

Koresponden AFP di ibu kota Damaskus yang dikuasai pemerintah dan bagian pinggiran kota yang dikuasai pemberontak juga melaporkan kondisi tenang, sehingga penduduk dapat mengambil keuntungan untuk merayakan libur Idul Adha bagi umat Muslim.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menyampaikan kondisi di medan perang benar-benar dalam keadaan tenang.

Namun, media pemerintah Suriah melaporkan ada beberapa pelanggaran gencatan senjata yang diduga dilakukan pemberontak di provinsi Homs tengah dan kota Aleppo selatan. Meski tidak ada laporan kekerasan atau pun korban.

Sedangkan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan kepada wartawan di Washington bahwa masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang keberhasilan gencatan senjata. Namun dia mendesak supaya semua pihak merebut kesempatan ini.

"Bagi semua yang masih ragu, akan ada tantangan di masa yang akan datang. Rencana ini memiliki peluang untuk berhasil," ujarnya, tentang kesepakatan yang dia setujui, pada Jumat (9/9), dengan mitra senegaranya Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

"Saya mendesak semua pihak untuk mendukungnya karena ini mungkin salah satu kesempatan terakhir untuk menyelamatkan persatuan Suriah," tambahnya.

Di sisi lain, jeda kekerasan merupakan hal yang langka bagi warga negara yang dilanda perang, di mana lebih dari separuh populasi mengungsi dan ratusan ribu lainnya hidup dalam keadaan terkepung.

"Kami biasanya begadang dengan suara pesawat-pesawat terbang yang melintas. Tapi Alhamdulillah, tadi malam kami semua dapat tidur," kata Hassaan Abu Nuh, aktivis oposisi yang menguasai Talbisseh di Suriah tengah.

Suasana tenang terjadi juga di sebagian besar bagian barat laut provinsi Idlib, yang dikuasai pemberontak – di mana serangan udara telah menewasan 13 orang pada Senin (12/9).

"Kami dapat tidur dengan nyenyak. Tadi malam benar-benar menakjubkan," tutur Nayef Mustafa kepada AFP dari kota Salqin.

Sementara itu, di bagian barat Aleppo yang dikuasai pemerintah, di mana penduduk kerap mendapat serangan roket dari wilayah timur yang dikuasai pemberontah, terlihat salah penduduk bernama Habib Badr sedang menikmati keheningan di pagi hari.

"Rumah saya berdekatan dengan rumah sakit Razi dan saya sering mendengar sirene mobil ambulans setiap dua atau tiga jam. Dan pagi ini saya belum mendengar apa-apa. Saya berharap bahwa saya tidak mendengar suara sirene mobil ambulans untuk waktu yang sangat lama," pungkasnya kepada AFP.

Kesepakatan gencatan senjata ini merupakan langkah terbaru dalam serangkaian upaya untuk mengakhiri pertempuran di Suriah. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon