Pangdam Sriwijaya Minta Babinsa Awasi Ketat Penyaluran Pupuk Subsidi

Sabtu, 17 September 2016 | 12:55 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Sudirman.
Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Sudirman. (Antara)

Bengkulu - Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman meminta anggota Babinsa untuk mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi secara ketat di wilayah Provinsi Bengkulu, termasuk Kabupaten Rejang Lebong, agar bahan penyubur tanaman ini sampai ke petani sasaran.

"Saya minta anggota Babinsa aktif mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani di daerahnya. Pengawasan ini dilakukan agar pupuk bantuan ini sampai ke petani sehingga program peningkatan produksi pangan dapat tercapai," kata Pangdam seusai pencanangan tanam serentak jagung di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupuh Rejang, Rejang Lebong, Jumat (16/9).

Ia mengatakan, pengawasan itu sangat penting dilakukan dalam rangka menyukseskan program pemerintah untuk peningkatan produksi pangan dan swasembada pangan nasional. Sebab, dengan pengawasan itu, maka penyaluran pupuk subsidi kepada petani tetap sasaran.

Tugas anggota TNI yang tergabung teritorial Kodam II Sriwijaya dalam program ketahanan pangan ini bukan hanya sebatas pendampingan, tapi pengawasan, termasuk pengawasan pendistribusian pupuk subsidi kepada para petani di Bengkulu.

"Saya perintahkan agar Babinsa yang ada di Rejang Lebong ini dapat mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi, benih dan peralatan pertanian bantuan pemerintah. Hal ini dilakukan agar bantuan tersebut tidak disimpangkan," ujarnya.

Pangdam menambahkan, pelibatan 3.000 orang lebih anggota Kodam II Sriwijaya, yang bertugas sebagai Babinsa dalam program ketahanan pangan tersebut, karena sudah menjalani pelatihan bidang pertanian. Oleh karenanya mereka diharapkan memiliki peran dalam upaya untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional di masing-masing wilayah tempat tugas.

"Petugas Babinsa yang menaungi sejumlah desa binaannya kita harapkan bisa menjadikan wilayah binaannya sebagai daerah lumbung pangan," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Sudirman mengharapkan dukungan dan pengawasan dari Pemkab Rejang Lebong, agar bisa menggairahkan usaha pertanian di daerah tersebut.

Apalagi kondisi geografis Kabupaten Rejang Lebong, katanya cukup baik karena memiliki tanah subur sehingga bisa menjadi salah satu daerah penghasil bahan pangan berupa beras, kedelai, dan jagung.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong, A Hijazi mengatakan, untuk menyukseskan program swasembada pangan di daerahnya, pemkab pada tahun ini telah menyiapkan bantuan traktor tangan sebanyak 30 unit, dan alat penyemprot 88 unit, dan mesin perontok jagung sebanyak 13 unit.

Selain itu, Pemkab Rejang Lebong melalui Distan setempat juga memberikan bantuan obat-obatan, pupuk dan benih padi dan jagung kepada petani setempat. "Ini semua kita lakukan dalam rangka meningkatkan produksi pangan dan sekaligus menyukseskan program pemerintah pusat mencapai swasembada pangan nasional," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon