Pemda Ikut Bertanggung Jawab Membina Olahraga
Sabtu, 17 September 2016 | 13:03 WIB
Jakarta - Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar) resmi dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu (17/9) malam. PON kali ini akan digelar hingga 29 September mendatang.
Sebagai sebuah pesta olahraga nasional, penyelenggaraan PON diharapkan mampu menjadi ajang pembibitan prestasi atlet-atlet nasional, yang diarahkan menuju ajang regional dan internasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengakui, faktor utama pembinaan olahraga ada di tangan pemerintah daerah (pemda) melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) provinsi serta kabupaten/kota. Pemda juga memiliki tanggung jawab yang sama besar dengan pemerintah pusat, untuk memberi perhatian di bidang olahraga.
"Lewat pembinaan dan pembibitan dari daerah, diharapkan mampu menghasilkan bibit atlet berskala nasional yang disiapkan ke level regional dan internasional. Kita semua harus berusaha agar bisa meloloskan lebih banyak atlet ke Asian Games dan Olimpiade. Hal ini sesuai amanat Presiden untuk segera menyiapkan atlet dengan memberikan perhatian kepada cabang olahraga unggulan dan berpotensi meraih medali di Olimpiade," kata Menpora dalam keterangannya yang diterima SP, Sabtu (17/9).
Menurutnya, alat ukur keberhasilan pembinaan olahraga adalah raihan medali di Asian Games, dan Olimpiade. Untuk itu, PON diharapkan menjadi pintu masuk bagi atlet muda membuktikan dirinya untuk masuk ke jajaran atlet nasional. Ke depan, pada PON 2020, akan disiapkan regulasi agar pelaksanaan PON lebih sportif, tidak ada pembajakan atlet antardaerah, dan di sisi lain atlet tidak berburu daerah yang memberikan bonus besar.
Sementara terkait SEA Games di Malaysia 2017, Menpora mengisyaratkan hanya akan mengirimkan beberapa atlet, karena sudah diputuskan SEA Games tidak lagi menjadi alat ukur keberhasilan olahraga nasional. "Mindset kita sekarang harus diubah bahwa SEA Games hanya ajang untuk memastikan kita masuk ajang selanjutnya Asian Games dan Olimpiade," tegasnya.
Lebih lanjut, Menpora menegaskan, saat ini Presiden memiliki perhatian besar terhadap prestasi olahraga. "Presiden Joko Widodo sempat berbisik kepada Menkeu, untuk tahun 2017 terkait pemotongan anggaran silakan dilakukan di kementerian lain, tetapi khusus di Kempora jangan, bahkan carikan terobosan lain melalui BUMN menjadi ‘bapak asuh dan bapak asli’ cabang olahraga unggulan," terangnya.
Dia menjelaskan, pihaknya sudah mulai mengembangkan dan meningkatkan prestasi olahraga melalui sports science. Dengan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan teknik dan kemampuan atlet dapat ditingkatkan dan mendapat prestasi yang gemilang.
Terkait pembinaan olahraga di daerah, Imam melanjutkan, saat ini sudah ada Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) di setiap provinsi. Namun, diakui baru sedikit daerah kabupaten dan kota yang memiliki sekolah khusus olahraga (SKO).
"Saat ini pemerintah juga sudah berkomitmen dalam memperhatikan masa depan atlet Indonesia, selain pemberian bonus kepada atlet yang berprestasi, pemerintah juga memberikan jaminan hari tua kepada atlet Olimpiade yang memperoleh medali, tidak hanya pada ajang Olimpiade tetapi juga kepada atlet dalam kejuaraan Paralimpic," lanjut Imam.
Sementara itu, Wakil I Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno menginginkan PON XIX bisa menjadi awal untuk menata kembali pembinaan olahraga Indonesia secara menyeluruh. "Sebenarnya sudah ada tugas berat sudah menanti di depan mata yakni membawa para atlet kita ke ajang regional dan internasional. Namun kita belum bisa memunculkan cabang andalan baru. Indonesia masih mengandalkan bulutangkis, angkat besi, dan panahan. Ajang PON bisa dikatakan sebagai pemanasan untuk SEA Games 2017 hingga persiapan Asian Games 2018," ungkapnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang mengatakan atlet unggulan dan berprestasi di ajang PON, nantinya masuk ke pemusatan latihan daerah (pelatda), bahkan bisa ke level nasional (pelatnas) guna mengikuti program-program pelatihan untuk menjadi atlet elite Indonesia. Mereka akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang yang lebih tinggi untuk regional dan internasional.
"Setelah itu mereka akan dilatih oleh Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dengan latihan-latihan yang berat dan terukur. Hal ini diperlukan agar para atlet kita siap tempur untuk mengikuti ajang-ajang kelas dunia dan bisa mengharumkan nama bangsa," jelas Muddai.
Ciptakan Rekor
Sebelum pembukaan digelar, para atlet di berbagai daerah sudah membuat kejutan dengan langsung menggebrak dalam perebutan medali beberapa cabang olahraga yang sudah menggelar pertandingan sejak 14 September lalu. Sampai Jumat (16/9) malam, Jabar kokoh memimpin klasemen perolehan medali. Jabar mengungguli juara bertahan DKI Jakarta dan juga kontingen tangguh Jawa Timur.
Perenang puteri asal Kalimantan Utara Angel Gabriella Yus meraih medali emas nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri. Ia berhasil finis tercepat pada babak final dengan catatan waktu 1:01:66 menit, sekaligus memecahkan rekor PON milik perenang legendaris Indonesia, Elsa Manora Nasution yang menorehkan waktu 1:03:06 pada PON 1996 di Jakarta. Angel juga mempertajam waktunya dan menciptakan rekor baru PON sekaligus memecahkan rekor nasional miliknya sendiri, 1:02,00 menit, yang dibuat pada ajang ASEAN School Games 2015 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Di lain sisi, atlet selam Jawa Timur (Jatim), Pricillia Gunawan juga sukses memecahkan rekor nasional dengan menjadi yang tercepat di nomor surface 800 meter putri. Ia mencatatkan waktu 7 menit 15,16 detik yang membuatnya berhak atas medali emas dalam kejuaraan yang dilangsungkan di kolam renang Chaterine Surya, Kota Cirebon, Jumat (16/9/2016) sore. Ia mengungguli penyelam Citra Rahmania dari Kalimantan Timur (Kaltim) pada PON Kaltim 2008 dengan catatan waktu 7 menit 26 detik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




