Nusron Wahid: PDI-P Penting bagi Ahok
Senin, 19 September 2016 | 16:51 WIB
Jakarta - Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Nusron Wahid mengatakan, PDI-P sangat penting bagi pencalonan Ahok. Calon petahana itu membutuhkan PDI-P bersama Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura karena memiliki visi dan misi yang sama untuk terus menggelorakan semangat nasionalisme dan menyejahterakan wong cilik di Ibu Kota.
Untuk itu, Nusron bersama timnya terus berkomunikasi dengan PDI-P agar partai itu mau mengusung Ahok dan bersama-sama membangun Jakarta. "Bagi Ahok dan timnya, PDI-P sangat penting karena memiliki platform sebagai partai nasionalis. Jakarta butuh kebersamaan. Jakarta adalah Ibu Kota negara, sehingga butuh kesamaan pandangan dengan pemerintah pusat. Harapan kami, antara pusat dan Jakarta sama posisinya. Salah satunya dalam partai-partai pengusung di pilgub nanti," kata Nusron kepada Suara Pembaruan di Jakarta, Senin (19/9).
Dia menjelaskan, tim Ahok dengan PDI-P terus melakukan komunikasi yang intens. Komunikasi itu ada yang bersifat terbuka, tetapi ada juga yang tertutup. Namun, dia tidak mau mengungkap apa saja hasil komunikasi yang telah dilakukan itu.
Nusron yakin, pada waktunya PDI-P menentukan sikap dan akan memilih untuk mengusung Ahok.
Namun, dia tidak mau mendahului sikap di internal PDI-P itu. "Kalau soal keyakinan, kami sangat yakin. Hanya soal waktu dan cara saja," jelasnya.
Meski yakin didukung PDI-P, dia menegaskan, tim pemenangan Ahok tetap menghormati apa pun keputusan yang diambil PDI-P nanti, termasuk akhirnya memilih calon lain. Tim Ahok tidak mau mendikte dan mencampuri apa yang akan dan telah diputuskan PDI-P.
"Kami menghormati pilihan politik dan mekanisme di internal PDI-P. Kalau PDI-P mempunyai calon sendiri, kami menghormati dan mengapresiasi itu. Itu hak mereka. Kami tidak boleh mendikte atau memaksakan," ujarnya.
Saat ditanya, bagaimana jika PDI-P meminta posisi Ketua Tim Pemenangan sebagai imbalan atas dukungan terhadap Ahok, Nusron mengatakan hal itu diserahkan sepenuhnya ke Ahok. Dirinya rela melepas jabatan tersebut jika memang diminta Ahok.
"Saya serahkan kepada Ahok. Dia yang berhak menentukan siapa komandan perang yang akan ada di medan tempur nanti," tegasnya.
Dia menambahkan, tim Ahok siap melawan setiap kampanye yang berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Ahok dan timnya tidak takut dan tidak mundur dari isu-isu SARA yang berkembang atau sengaja dilontarkan pihak lawan. "Ahok, insya Allah menang. Mau diapakan, terserah lawan-lawan. Ingat, kalau menyinggung SARA, kami akan lawan dan tidak akan ada ampun," katanya.
Saat ditanya, berapa pasangan calon yang diharapkan tim Ahok untuk maju dalam pilgub DKI, Nusron menegaskan dua atau lebih sama saja. Ahok dan timnya siap menghadapi berapa pun calon yang berkontestasi di Pilgub DKI nanti. Menurutnya, tiga partai yang telah menyatakan mendukung Ahok saat ini masih solid dan kuat.
Ketiganya tidak mau mengalihkan dukungan sekali pun ada calon lain yang tampil, seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Para relawan juga tidak ada masalah terkait koordinasi. Semua sudah satu suara untuk mendukung Ahok dengan jalur partai politik (parpol).
"Semua sudah siap. Apa pun skenarionya. Tim dan relawan sudah solid," kata Nusron.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




