Menperin Minta Emiten Manufaktur Kebut Ekspansi
Senin, 19 September 2016 | 17:51 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meminta emiten atau perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia, khususnya industri manufaktur, untuk terus berekspansi di Indonesia. Hal itu diungkapkan Airlangga saat menerima Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia Franciscus Welirang di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat sore (16/9).
"Kami akan memanggil pelaku industri yang telah melantai di bursa, terutama sektor manufaktur untuk ekspansi, karena permintaannya masih ada. Bagi yang sudah berinvestasi, kami berikan kesempatan untuk ekspansi," kata Airlangga dalam keterangan resminya.
Imbauan ini, lanjut Menperin, didasarkan tingginya permintaan atas produk-produk manufaktur. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah akan menyiapkan insentif bagi para emiten industri yang bersedia melakukan peningkatan kapasitas di dalam negeri. Apalagi, menurutnya, industri manufaktur yang sudah jadi perusahaan publik atau berstatus terbuka dinilai telah unggul di sektornya.
Airlangga mengungkapkan, terkait pembiayaan ekspansi, sebagai perusahaan yang telah melantai di bursa, seharusnya tidak sulit untuk mendapatkan dana perluasan usaha. Selain itu, dengan adanya tax amnesty diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk memasukkan dananya ke Indonesia.
"Untuk pembiayaan, mereka sudah di capital market, jadi lebih mudah. Dan, tax amnesty ini momentum untuk meningkatkan kembali kepercayaan pasar. Ini bisa dimanfaatkan," tuturnya.
Selain itu, bagi pemilik perusahaan yang ikut dalam tax amnesty dan memulangkan dananya ke dalam negeri (repatriasi), maka investasi di sektor riil menjadi pilihan yang tepat untuk menampung dana repatriasi tersebut. Terlebih lagi dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan industri mengalami tren positif.
"Dana repatriasi masing-masing tergantung pada instrumen investasi, kalau ini langsung ke sektor riil. Kecuali mereka mau pakai obligasi. Kita dorong kesempatan, ada kawasan industri yang disediakan," papar Airlangga.
Salah satu sektor manufaktur yang didorong untuk berekspansi, yakniindustri makanan dan minuman karena memiliki kinerja yang positif di atas pertumbuhan ekonomi nasional. "Kebutuhan terhadap kemasan di industri ini pun meningkat sehingga kami melihat ada peluang untuk berekspansi," tuturnya.
Selain memberikan insentif yang diinginkan pelaku industri, Airlangga mengatakan, Pemerintah juga akan mendorong pendalaman struktur pada masing-masing sektor."Sebagai contoh, beberapa hari lalu kami meresmikan pabrik pemasok baja otomotif untuk mensubstitusi kebutuhan yang selama ini masih diimpor," kata Airlangga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




