Efisiensi Anggaran, DIY Kurangi Belanja Daerah

Rabu, 21 September 2016 | 14:35 WIB
FE
JM
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: JEM
Ilustrasi APBD
Ilustrasi APBD (Beritasatu.com)

Yogyakarta - Pemerintah Daerah dan DPRD DI Yogyakarta, mengurangi APBD-nya senilai Rp 217,34 miliar. Wakil Ketua DPRD DIY, Arif Noor Hartanto membenarkan dari besaran APBD DIY 2016 yang mencapai Rp 4,18 triliun, dilakukan efiensi menjadi Rp 3,97 triliun pada APBD Perubahan 2016.

"Sudah disepakati baik eksekutif maupun legislatif melalui Rapat Paripurna Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) pekan lalu, sehingga ada penghematan penggunaan anggaran," kata Arif, Rabu (21/9).

Dikatakan, APBD DIY 2016 bahkan sebenarnya mengalami defisit anggaran sebesar Rp 134,74 miliar, sedang pengeluaran pembiayaan bertambah Rp 93,5 miliar. "Karena itu, ada penyesuaian pembiayaan dan disepakati netto Rp 134,74 miliar," ujarnya.

Sementara itu, juga disepakati penurunan target pendapatan daerah dalam APBDP DIY 2016 dari Rp 3,92 triliun, turun menjadi Rp 3,83 triliun atau berkurang Rp 82,61 miliar.

"Dengan pemangkasan anggaran sebesar Rp 217,34 miliar, Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) harus menyesuaikan dan berhemat,"  kata Arif.

Menanggapi pengurangan anggaran tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat mengatakan, anggaran Satpol PP DIY telah dipangkas sebesar 30 persen. Karena itu, pihaknya tentu saja harus mengurangi agenda operasi penyakit masyarakat dari empat kali perbulan, menjadi tiga kali.

"Pada September ini baru terlaksana satu kali operasi dari target tiga kali. Itu sudah kami kurangi dari agenda bulanan yang mencapai empat kali. Anggaran yang dipangkas ada pada penegakan dan pengamanan," jelasnya.

Dikatakan, jika sebelum pemangkasan, Satpol PP DIY mampu melaksanakan operasi penegakkan Perda sebanyak 18 kali dalam sebulan, dengan kondisi ini jumlah operasi yang akan dilakukan pihaknya akan menurun tajam.

"Akan kami siasati dengan bekerja-sama dengan Kota dan Kabupaten, khususnya untuk mengatasi gepeng (gelandangan dan pengemis) dan penyakit masyarakat lain," ujarnya. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon