Dibombardir Peluru

Tentara Suriah Terus Gempur Homs dan Hama

Sabtu, 24 Maret 2012 | 17:43 WIB
AS
B
Penulis: AFP/Antara/ Entin Supriati | Editor: B1
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera dan meneriakkan tuntutan terhadap Presiden Suriah bashar al-Assad. Unjuk rasa berlangsung setelah sholat Jumat (23/3) di Tariq al-Jadidah di Beirut, Lebanon
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera dan meneriakkan tuntutan terhadap Presiden Suriah bashar al-Assad. Unjuk rasa berlangsung setelah sholat Jumat (23/3) di Tariq al-Jadidah di Beirut, Lebanon (EPA)
Empat brigjen membelot

Tentara Suriah kembali menggempur kota-kota yang dilanda protes Homs dan Hama.

Sementara itu utusan internasional, Kofi Annan, berangkat ke Rusia dalam mengusahakan perdamaian konflik itu.

Peluru-peluru membombardir distrik Khaldiyeh, kota Homs, terus menerus selama dua jam. Demikian disampaikan kelompok pengamat hak asasi manusia Suriah.

Pasukan keamanan memperketat kepungan terhadap kota Hama, sejak dua pekan lalu.

Setidaknya 33 orang tewas akibat aksi kekerasan di seluruh negara itu pada hari Jumat (23/3), termasuk sembilan warga sipil yang tewas di Homs akibat terkena peluru senapan dan roket.

Pertumpahan darah itu kembali terjadi saat ribuan orang melakukan protes anti pemerintah di seluruh Suriah.

Ketika melakukan unjuk rasa dengan slogan "Damaskus, kami datang di sini," delapan orang cedera d distrik Kfar Sousa, ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan untuk membubarkan para pemerotes.

Tekanan meningkat terhadap Presiden Bashar al-Assad, setelah empat brigjen membelot dalam sepekan terakhir.

Uni Eropa memberlakukan sanksi terhadap istri Bashar kelahiran Inggris itu.

Para diplomat di Brusel mengatakan para menteri luar Uni Eropa setuju membekukan aset dan larangan perjalanan, terhadap istri Bashar,ibu, saudara perempuan dan menantu.

Washington menyambut baik keputusan Uni Eropa itu.

Sementara itu utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan Sabtu bertolak ke Moskow, untuk mengetahui seberapa jauh keinginan Rusia untuk mendorong sekutu utamanya itu.

Rusia bergabung dengan penyataan PBB yang menyerukan penarikan pasukan rezim itu dari kota-kota yang dilanda protes.

Annan bertemu Presiden Dmitry Medvedev dan Menlu Sergei Lavrov, sebelum terbang ke China, anggota tetap Dewan Keamanan, yang menentang usaha-usaha internasional untuk mengecam Bashar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon