Populasi Tomcat di Jakarta Masih Wajar
Minggu, 25 Maret 2012 | 05:56 WIB
Warga ibukota tak perlu panik dengan keberadaan Tomcat.
Serangan serangga Tomcat yang semula hanya terjadi di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya, kini juga sudah memasuki wilayah DKI Jakarta. Kendati begitu menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta populasi Tomcat di Jakarta masih dalam batas normal, karena belum ada warga Jakarta yang menjadi korban sengatan hewan tersebut.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) DKI Jakarta, Ipih Ruyani, hewan pemakan hama tersebut sudah ada di DKI Jakarta, tetapi jumlahnya masih sangat kecil. Dari hasil pemantauan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Kelautan dan Pertanian DKI kondisi populasi Tomcat saat ini masih dalam batas normal.
"POPT akan terus memantau populasinya di lokasi persawahan yang ada di DKI. Petugas kami siaga untuk menghadapi ledakan populasi Tomcat, jika itu terjadi di Jakarta," kata Ipih, Sabtu (24/3).
Lebih lanjut Ipih menghimbau warga ibukota tidak panik dengan keberadaan Tomcat ini. Sebab, Tomcat tidak akan mengganggu manusia dan hanya menyengat jika merasa terancam.
Untuk mencegah ledakan populasi Tomcat, bisa dilakukan dengan membersihkan semak-semak tanaman. Juga mengawasi tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian Tomcat.
"Buat sistem sanitasi yang baik. Lalu bersihkan rumah, semak-semak atau tanaman hias secara rutin. Pola hidup sehat bisa mencegah pertumbuhan Tomcat di Jakarta," papar Ipih.
Menurut Ipih, sebenarnya kumbang Tomcat merupakan sahabat para petani, karena kumbang ini selalu berada di persawahan untuk memakan hama-hama padi. Predator ini bermanfaat bagi petani karena merupakan musuh alami hama wereng.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan sampai saat ini belum ada warga Jakarta yang menjadi korban sengatan kumbang Tomcat yang dirawat di puskesmas kecamatan. "Belum ada korban sama sekali hingga hari ini," kata Dien.
Namun, pihaknya tetap menyiagakan 44 puskesmas kecamatan di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk melakukan pertolongan pertama bagi korban Tomcat. Bagi korban sengatan Tomcat, Dien menjelaskan, sengatan itu harus langsung dicuci bersih, kemudian diberikan salep untuk luka tersebut.
Serangan serangga Tomcat yang semula hanya terjadi di Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya, kini juga sudah memasuki wilayah DKI Jakarta. Kendati begitu menurut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta populasi Tomcat di Jakarta masih dalam batas normal, karena belum ada warga Jakarta yang menjadi korban sengatan hewan tersebut.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian (DKP) DKI Jakarta, Ipih Ruyani, hewan pemakan hama tersebut sudah ada di DKI Jakarta, tetapi jumlahnya masih sangat kecil. Dari hasil pemantauan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Kelautan dan Pertanian DKI kondisi populasi Tomcat saat ini masih dalam batas normal.
"POPT akan terus memantau populasinya di lokasi persawahan yang ada di DKI. Petugas kami siaga untuk menghadapi ledakan populasi Tomcat, jika itu terjadi di Jakarta," kata Ipih, Sabtu (24/3).
Lebih lanjut Ipih menghimbau warga ibukota tidak panik dengan keberadaan Tomcat ini. Sebab, Tomcat tidak akan mengganggu manusia dan hanya menyengat jika merasa terancam.
Untuk mencegah ledakan populasi Tomcat, bisa dilakukan dengan membersihkan semak-semak tanaman. Juga mengawasi tempat-tempat yang mungkin menjadi tempat persembunyian Tomcat.
"Buat sistem sanitasi yang baik. Lalu bersihkan rumah, semak-semak atau tanaman hias secara rutin. Pola hidup sehat bisa mencegah pertumbuhan Tomcat di Jakarta," papar Ipih.
Menurut Ipih, sebenarnya kumbang Tomcat merupakan sahabat para petani, karena kumbang ini selalu berada di persawahan untuk memakan hama-hama padi. Predator ini bermanfaat bagi petani karena merupakan musuh alami hama wereng.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengatakan sampai saat ini belum ada warga Jakarta yang menjadi korban sengatan kumbang Tomcat yang dirawat di puskesmas kecamatan. "Belum ada korban sama sekali hingga hari ini," kata Dien.
Namun, pihaknya tetap menyiagakan 44 puskesmas kecamatan di seluruh wilayah DKI Jakarta untuk melakukan pertolongan pertama bagi korban Tomcat. Bagi korban sengatan Tomcat, Dien menjelaskan, sengatan itu harus langsung dicuci bersih, kemudian diberikan salep untuk luka tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




