Libas Malaysia Leopards, Indonesia Garuda Juara Grup
Minggu, 25 Maret 2012 | 17:42 WIB
Bagi pemain muda Malaysia, berhadapan dengan pemain Indonesia adalah satu pengalaman berharga
Tim Indonesia Garuda memenuhi misinya untuk menjuarai babak kualifikasi Grup J Axiata Cup setelah menggilas tim Malaysia Leopards, 3-0, hari ini. Dengan demikian, Indonesia menyapu bersih tiga pertandingan selama kualifikasi.
Tunggal putra Taufik Hidayat kembali membuka jalan Indonesia menuju puncak klasemen dengan menumbangkan pemain Malaysia, Misbun Ramdan Misbun, 15-21, 21-5, 21-10.
Kemenangan kedua diberikan tim ganda putra lewat tangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ahsan/Hendra mengalahkan Nelson Heg/Teo Ee Yi, 21-7, 21-15.
Tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro menggenapi kemenangan tim Garuda setelah melibas Iskandar Zulkarnain, 21-19, 21-12.
Tentang kemenangan ini, Taufik mengatakan dirinya bersyukur tim bisa terus menang 3-0 sejak hari pertama dan menjadi juara grup.
Dia berharap tim Indonesia Rajawali yang malam ini bertanding melawan Malaysia Tigers di hari terakhir babak penyisihan Grup K bisa memenangkan pertandingan dan menjadi juara grup juga.
“Agar di semifinal nanti tidak ketemu sesama Indonesia. Harusnya sih mereka bisa karena Lee Chong Wei tidak main,” ujar Taufik.
Pemain andalan Malaysia itu dipastikan tidak turun karena masih menjalani masa pemulihan cedera pundak yang dideritanya waktu di All England.
Di nomor ganda, Ahsan/Hendra dipasangkan dengan tujuan untuk mencoba sebanyak mungkin formasi pasangan dalam menghadapi semifinal dan final kejuaraan ini sekaligus putaran final Piala Thomas di Wuhan, Cina, Mei mendatang.
“Kali ini kami coba kombinasikan Ahsan dan Hendra,” ujar manajer tim Mochamad Feriansyah.
Bagi keduanya, ini merupakan ketiga kalinya mereka dipasangkan. Sebelumnya mereka sudah pernah di Sudirman 2009, Guangzhou, Cina.
Sementara bagi tim Leopards yang didominasi pemain-pemain muda Malaysia berusia di bawah usia 21 tahun, menghadapi pemain-pemain kelas dunia dari Indonesia merupakan kesempatan baik yang tidak boleh disia-siakan.
“Di kejuaraan ini, Malaysia menurunkan dua tim. Satu tim [Tigers] diturunkan untuk merebut gelar juara, sementara tim muda ini untuk mencari pengalaman lewat kejuaraan beregu. Pertandingan hari ini merupakan pengalaman yang baik bagi mereka,” ujar pelatih tim Malaysia, Hendrawan, yang pernah melatih di pemusatan latihan nasional PBSI di Cipayung, Jakarta.
Hal ini diakui oleh semua pemain Leopards. Ramdan, misalnya, akhirnya merasakan pengalaman menghadapi seorang juara dunia seperti Taufik.
“Saya tahu dia pemain bagus. Awalnya saya bisa atasi dia. Di set kedua, saya coba tekan dia lagi namun dia ternyata sudah panas,” ujar putra mantan pemain nasional Malaysia, Misbun Sidek, ini.
Begitu juga dengan rekan setimnya, Iskandar. “Sony lebih berpengalaman. Saya coba terus dekatkan poin, tapi dia mengubah strategi,” ujar Iskandar.
Pengalaman bermain menghadapi pemain papan atas dunia juga dirasakan duet Heg/Teo. “Di game pertama, (kami) masih tertekan karena berhadapan dengan pemain kelas dunia. Di game kedua, lebih rileks,” ujar Teo.
Tim Indonesia Garuda memenuhi misinya untuk menjuarai babak kualifikasi Grup J Axiata Cup setelah menggilas tim Malaysia Leopards, 3-0, hari ini. Dengan demikian, Indonesia menyapu bersih tiga pertandingan selama kualifikasi.
Tunggal putra Taufik Hidayat kembali membuka jalan Indonesia menuju puncak klasemen dengan menumbangkan pemain Malaysia, Misbun Ramdan Misbun, 15-21, 21-5, 21-10.
Kemenangan kedua diberikan tim ganda putra lewat tangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ahsan/Hendra mengalahkan Nelson Heg/Teo Ee Yi, 21-7, 21-15.
Tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro menggenapi kemenangan tim Garuda setelah melibas Iskandar Zulkarnain, 21-19, 21-12.
Tentang kemenangan ini, Taufik mengatakan dirinya bersyukur tim bisa terus menang 3-0 sejak hari pertama dan menjadi juara grup.
Dia berharap tim Indonesia Rajawali yang malam ini bertanding melawan Malaysia Tigers di hari terakhir babak penyisihan Grup K bisa memenangkan pertandingan dan menjadi juara grup juga.
“Agar di semifinal nanti tidak ketemu sesama Indonesia. Harusnya sih mereka bisa karena Lee Chong Wei tidak main,” ujar Taufik.
Pemain andalan Malaysia itu dipastikan tidak turun karena masih menjalani masa pemulihan cedera pundak yang dideritanya waktu di All England.
Di nomor ganda, Ahsan/Hendra dipasangkan dengan tujuan untuk mencoba sebanyak mungkin formasi pasangan dalam menghadapi semifinal dan final kejuaraan ini sekaligus putaran final Piala Thomas di Wuhan, Cina, Mei mendatang.
“Kali ini kami coba kombinasikan Ahsan dan Hendra,” ujar manajer tim Mochamad Feriansyah.
Bagi keduanya, ini merupakan ketiga kalinya mereka dipasangkan. Sebelumnya mereka sudah pernah di Sudirman 2009, Guangzhou, Cina.
Sementara bagi tim Leopards yang didominasi pemain-pemain muda Malaysia berusia di bawah usia 21 tahun, menghadapi pemain-pemain kelas dunia dari Indonesia merupakan kesempatan baik yang tidak boleh disia-siakan.
“Di kejuaraan ini, Malaysia menurunkan dua tim. Satu tim [Tigers] diturunkan untuk merebut gelar juara, sementara tim muda ini untuk mencari pengalaman lewat kejuaraan beregu. Pertandingan hari ini merupakan pengalaman yang baik bagi mereka,” ujar pelatih tim Malaysia, Hendrawan, yang pernah melatih di pemusatan latihan nasional PBSI di Cipayung, Jakarta.
Hal ini diakui oleh semua pemain Leopards. Ramdan, misalnya, akhirnya merasakan pengalaman menghadapi seorang juara dunia seperti Taufik.
“Saya tahu dia pemain bagus. Awalnya saya bisa atasi dia. Di set kedua, saya coba tekan dia lagi namun dia ternyata sudah panas,” ujar putra mantan pemain nasional Malaysia, Misbun Sidek, ini.
Begitu juga dengan rekan setimnya, Iskandar. “Sony lebih berpengalaman. Saya coba terus dekatkan poin, tapi dia mengubah strategi,” ujar Iskandar.
Pengalaman bermain menghadapi pemain papan atas dunia juga dirasakan duet Heg/Teo. “Di game pertama, (kami) masih tertekan karena berhadapan dengan pemain kelas dunia. Di game kedua, lebih rileks,” ujar Teo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




