Djarot: Saya Lebih Takut Jakarta Dilanda Banjir Daripada Takut Tak Dipilih

Rabu, 28 September 2016 | 22:25 WIB
LT
BW
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: BW
Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, saat mengikuti Sekolah Partai untuk calon kepala dan wakil kepala daerah yang digelar PDIP di Wisma Kinasih, Tapos, Depok, Selasa 6 September 2016.
Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, saat mengikuti Sekolah Partai untuk calon kepala dan wakil kepala daerah yang digelar PDIP di Wisma Kinasih, Tapos, Depok, Selasa 6 September 2016. (Beritasatu.com/Lenny Tristia Tambun)

Jakarta-- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku lebih takut Jakarta tidak bisa mengatasi banjir daripada takut tidak terpilih lagi sebagai calon wakil gubernur DKI pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017. Pernyataan Djarot itu menanggapi kegiatan yang tidak populis, yaitu melakukan penertiban di kawasan Bukit Duri.

"Saya lebih takut Jakarta tidak bisa mengatasi banjir hebat. Saya lebih takut misalkan dampaknya nanti akan banyak rumah terendam dan proyek-proyek pemerintah yang strategis tidak bisa terlaksana, saya lebih takut itu. Daripada sekadar untuk pencitraan ya, untuk tidak menggusur berapa bidang tanah itu," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (28/9).

Diungkapkan, kerap kali kebijakan yang tak populis ini ditentang oleh masyarakat. Namun, setelah dilaksanakan, masyarakat menikmati perubahan tersebut karena kota mereka bertambah lebih baik.

Ia mencontohkan saat dilakukan pemagaran kawasan Monas dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Monas. Kebijakan tersebut mendapat penolakan dari warga, bahkan banyak yang melakukan aksi unjuk rasa.

Namun, setelah Monas terlihat tertata rapi dan penataan PKL dilakukan, warga pun menerima kebijakan tersebut dengan baik.

"Dulu saya ingat betul ketika memagami Monas, itu demoya luar biasa. Saya masih di Blitar. Sekarang dipagari seperti itu jadi bagus iya enggak?" ungkapnya.

Menurut mantan Wali Kota Blitar ini, menjadi pemimpin di Jakarta harus berani mengambil tindakan tak populis. Dan tidak melakukan kegiatan yang hanya menyenangkan warganya hanya untuk pencitraan saja.

"Nah ini kita harus berani. Justru dengan seperti ini kita tidak terjebak pencitraan-pencitraan seperti itu. Keselamatan dan kebaikan Kota Jakarta jauh lebih penting daripada sekedar kampanye," tegasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon