Kebakaran Hutan di Sungaipenuh Jambi Diduga Disengaja
Senin, 3 Oktober 2016 | 10:22 WIB
Jambi- Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan pegunungan Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi masih tinggi kendati daerah itu sudah memasuki musim penghujan. Terkini, kebakaran hutan hingga puluhan hektare (ha) di bukit Sentiong, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh. Kebakaran tersebut diduga disengaja oleh oknum yang hendak membuka lahan pertanian.
"Kebakaran hutan di kawasan perbukitan Sentiong yang terjadi Minggu (2/10) pagi hingga sore mencapai 20 ha. Api tampak berasal dari balik bukit, yaitu wilayah Pesisir Bukit Sentiong. Kebakaran hutan tersebut diduga disengaja oknum warga yang hendak membuka atau membersihkan lahan pertanian," katanya Camat Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh, Zulwahidi, di Kota Sungaipenuh, Jambi, Senin (3/10).
Menurut Zulwahidi, kebakaran hutan dan semak belukar di perbukitan Sentiong, selalu terjadi setiap musim kemarau. Di awal musim penghujan sekarang pun, potensi kebakaran masih tinggi karena sudah sepekan tak turun hujan. Karena itu pihak terkait di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci diminta melakukan pemantauan kebakaran secara intensif.
Kepala Seksi (Kasi) Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sungaipenuh, Syaifudin mengatakan, kebakaran hutan dan semak belukar di Bukit Sentiong, Sungaipenuh tidak sampai menghanguskan areal pertanian dan kebun kulit manis petani. Kebakaran hutan di perbukitan tersebut sudah berhasil dipadamkan warga masyarakat pada Minggu sore.
"Kami sudah menurunkan petugas ke lapangan untuk menyelidiki, mereka melakukan pengawasan agar kebakaran tidak terjadi lagi. Warga juga kami imbau agar tidak ada yang melakukan pembakaran untuk pembukaan maupun pembersihan lahan pertanian," katanya.
Secara terpisah, Kepala BPBD Provinsi Jambi, Arief Munandar meminta segenap jajaran BPBD di setiap kabupaten dan kota di tetap siaga kebakaran hutan dan lahan kendati daerah itu sudah memasuki musim penghujan. Potensi kebakaran pada awal musim hujan masih tinggi karena masih ada oknum-oknum petani yang melakukan pembakaran lahan. "Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutlah) Provinsi Jambi masih tetap melakukan pemantauan menggunakan helikopter. Hasil pemantauan Minggu (2/10) di Kabupaten Merangin, Batanghari dan Muarojambi tidak ditemukan titik api,"katanya.
Dijelaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan sejak Juli – awal Oktober ini, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi mencapai 216 ha. Luas kebakaran hutan dan lahan itu jauh berkurang dibandingkan tahun lalu.
Sementara Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Irmansyah Rachman mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Jambi tahun mencapai 19.528 ha. Kebakaran areal penggunaan lain atau lahan telantar sekitar 12.307 ha (63 persen) dan kebakaran kawasan hutan sekitar 7.221 ha (37 persen). Kemudian kebakaran lahan gambut sekitar 13.450 ha dan kebakaran lahan pertanian (6.069 ha). Sedangkan kerugian materi akibat kebakaran hutan dan lahan di Jambi tahun lalu mencapai Rp 716 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




