Aston Villa Pecat Di Matteo
Senin, 3 Oktober 2016 | 12:42 WIB
London - Aston Villa sudah memastikan akan memecat Roberto Di Matteo sebagai manajer dalam waktu 24 jam mendatang. Pemilik klub, Tony Xia akan mengumumkan pemecatan itu setelah Villa kalah 0-2 lawan Preston di Divisi Championship, Sabtu (1/10) lalu.
Xia sudah kehilangan kesabaran setelah Villa hanya bisa menang sekali dari 11 pertandingan dan menempatkan klub itu di posisi ke-19.
Di Matteo awalnya diminta melatih Villa agar dipromosikan ke Premier League, tetapi hasil yang didapat saat ini justru mengecewakan. Saat ini, petinggi Villa sedang membahas siapa figur yang pas untuk menggantikan Di Matteo.
Beredar kabar, Villa akan memboyong mantan pelatih Birmingham City, Steve Bruce. Nama Manajer Huddersfield, David Wagner juga disebut-sebut akan menggantikan Di Matteo.
Sebelum menangani Aston Villa, pelatih berusia 46 tahun ini juga pernah melatih klub Jerman, Schalke 04. Dia diangkat pada Oktober 2014 menggantikan Jens Keller. Namun dia hanya bertahan hingga akhir musim. Dia memutuskan mundur setelah gagal mengantar klub kota Gelsenkirchen itu meraih tiket Liga Champions.
Dipecat Chelsea
Jika Villa jadi memecat Di Matteo, maka inilah drama pemecatan kedua dalam kariernya sebagai manajer.
Sebelum bergabung ke Villa, Di Matteo pernah melatih Chelsea. Pada 4 Maret 2012 dia menggantikan Andre Villas Boas yang dipecat. Di akhir musim dia sukses The Blues menjuarai Liga Champions dan Piala FA. Namun pada musim berikutnya dia didepak lantaran gagal mengangkat performa Chelsea.
Keputusan pemecatannya pun disampaikan oleh Chelsea di waktu yang tidak bersahabat, yakni pukul 04.00 pagi waktu setempat, beberapa jam setelah The Blues menelan kekalahan 3-0 dari Juventus di fase grup Liga Champions.
Prestasi Di Matteo sebenarnya tidak buruk-buruk amat, bahkan bisa dibilang istimewa kalau mengingat situasi sulit yang dihadapinya.
Ia baru mengambil alih kepemimpinan Chelsea dari tangan Ander Villas-Boas di pertengahan musim 2011/2012 dan mewarisi tim dengan kondisi mental yang kurang baik. Namun dengan status caretaker, ia malah berhasil menghadirkan keajaiban, meraih dua trofi.
Dan nasib Di Matteo berubah total ketika ia gagal meraih kemenangan lanjutan di Liga Champions, seiring strategi terapannya menerima banyak kritik.
Delapan laga yang ia lalui pun hanya dua kali yang berbuah kemenangan. Saat itu pula peringkat Chelsea terus merosot dari puncak klasemen Liga Primer, hingga akhirnya terduduk di peringkat ketiga.
Performa Chelsea terus merosot seiring masalah demi masalah menyerang mereka, baik secara teknis maupun non-teknis. John Terry misalnya, terkena isu rasial karena ejekannya terhadap Anton Ferdinand.
Setelah itu, ada pula konflik dengan wasit Mark Clattenburg terkait gestur yang ia berikan kepada John Obi-Mikel. Konflik tersebut sepertinya memengaruhi performa Chelsea di lapangan dan mereka mulai kehilangan bentuk kemenangan, bahkan kalah dari Shakhtar Donetsk.
Ketika posisi Chelsea berada dalam bahaya, Abramovich dan segenap petinggi Chelsea menggelar pertemuan. Nasib Di Matteo kembali dipertanyakan. Adapun setelah Chelsea kalah telak dari Juventus, dan peluang lolos ke fase gugur Liga Champions makin terkikis, sang pemilikklub mengambil langkah radikal tanpa ampun: memecat Di Matteo.
Karier Roberto Di Matteo bersama Chelsea memang tidak panjang. Ia hanya menjabat sebagai manajer selama kurang lebih delapan bulan di Stamford Bridge. Namun – terlepas dari kontroversi pemecatannya – namanya sudah pasti dikenang oleh fan The Blues, sebab ia menghadirkan satu-satunya gelar Liga Champions bagi Chelsea.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




