Tanggapi Survei LSI, Djarot: Jadi Makin Fokus untuk Menang

Rabu, 5 Oktober 2016 | 12:37 WIB
LT
JS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JAS
Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) berfoto bersama usai diumumkan di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, 20 September 2016.
Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) berfoto bersama usai diumumkan di Kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, 20 September 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Menanggapi survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan tingkat elektabilitas pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) semakin menurun meski tetap unggul dari dua pasangan calon lainnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga calon Wakil Gubernur DKI petahanan, Djarot Saiful Hidayat mengatakan senang dengan hasil survei tersebut.

"Tidak apa-apa. Ya kalau kayak begitu coba ditelusuri. Tetapi enggak apa-apa, seneng kita. Justru dengan begitu kita jadi tambah semangat, semakin fokus kerja untuk menang," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (5/10).

Hasil survei LSI, menurutnya, dapat dijadikan bahan untuk mengevaluasi kinerja keduanya dan tim kampanye. Serta menjadi pedoman untuk menyusun strategi pemenangan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.

"Bisa bahan jadi bahan evaluasi. Kan lumayan dapat survei gratis. Kami kan enggak ada survei, kami enggak pernah melakukan survei. Karena survei bayar mahal, siapa yang mau bayar itu lho. Biar saja. Jadi kita tahu hasil survei seperti apa, dan kita senang banget," ujarnya.

Djarot menegaskan tidak khawatir dengan hasil survei lembaga survei apa pun. Karena hasil survei belum tentu sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Ia mengatakan itu berdasarkan pengalaman pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2012, saat PDIP dan Gerindra mengusung Jokowi dan Ahok. Keduanya memiliki hasil survei paling rendah dibandingkan dengan petahana. Tetapi kenyataannya, Joko Widodo (Jokowi)-Ahok memenangi Pilkada DKI 2012.

"Dikalahin dalam survei juga enggak apa-apa, lha itu hanya survei saja lho. Kan belum tentu sesuai dengan kenyataan. Masa tidak inget tahun 2012. Biar saja, enggak apa-apa," terangnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon