Avast Selesaikan Proses Akusisi AVG Technologies
Rabu, 5 Oktober 2016 | 21:04 WIB
Jakarta - Perusahaan penyedia produk keamanan digital untuk pengguna pribadi maupun korporasi, Avast Software, secara resmi mengumumkan selesainya proses akusisi saham produsen anti-virus, AVG Technologies, setelah selesainya masa penawaran awal untuk semua saham biasa AVG Technologies yang beredar. Dengan demikian, kedua perusahaan akan beroperasi sebagai satu kesatuan.
Dengan selesainya proses akusisi ini, Vince Steckler diangkat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Avast, yang akan mengawasi entitas baru hasil gabungan yang nilai pendapatannya mencapai lebih dari US$ 700 juta di tahun 2016. Selain itu, Avast mentransformasi diri menjadi perusahaan penyedia keamanan layanan penuh dengan basis pelanggan terbesar di dunia, dan dengan usaha Mobile, SMB dan Mobile Enterprise yang besar.
CEO Avast, Vince Steckler, mengatakan, perusahaan hasil gabungan ini sekarang memiliki lebih dari 400 juta pengguna atau mewakili lebih dari 40 persen pengguna personal computer (PC) di dunia, di luar pasar Tiongkok.
"Akusisi ini membuat Avast menjadi perusahaan perangkat keamanan pengguna berbasis instalasi yang terbesar di dunia. Seandainya pasar keamanan komputer adalah negara, maka kami adalah negara dengan populasi terbesar ketiga di dunia," ungkap Steckler, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (5/10).
Menurut Steckler, pangsa pasar terbesar yang dimiliki Avast adalah Amerika Serikat, dengan jumlah 58 juta pengguna. "Kami telah memiliki jangkauan global dan kami bangga sebagai pilihan terpopuler di pasar keamanan komputer di dunia," kata dia.
Avast sendiri, memiliki keahlian teknis untuk memberikan proteksi unggul bagi konsumen. Sebagai contoh, kata Steckler, fasilitas labolatorium Avast terdiri atas beberapa tim profesional untuk mengatasi segala ancaman keamanan komputer yang muncul, seperti ancaman rekayasa sosial (social engineering threats), yang umumnya menyerang perangkat Internet of Things (IoT), dan ransomware.
"Kami memiliki kepercayaan tinggi, bahwa kami sekarang lebih siap dari sebelumnya untuk mensiasati mereka yang ingin merugikan orang-orang yang melakukan aktivitas online," tambah Steckler.
Akuisisi terhadap AVG telah meningkatkan kemampuan Avast dalam melindungi konsumen. Avast kini memiliki jaringan deteksi ancaman yang terluas di dunia dengan lebih dari 400 juta endpoint yang bekerja sebagai sensor yang menyediakan informasi mengenai malware untuk membantu mendeteksi dan menetralkan ancaman-ancaman baru yang muncul.
Selain itu, Avast juga memiliki layanan komputasi awan (cloud) yang memprioritaskan keamanan dan jaringan pembelajaran mesin yang terdiri atas 9,000 server dan 50 juta koneksi yang memberikan perlindungan seketika kepada pengguna.
Avast sendiri, kata Steckler, berencana menciptakan produk lebih banyak dan lebih baik untuk mengantisipasi kian bertambahnya jumlah ancaman. Avast, lanjut dia, akan terus menawarkan produk bermerek AVG dan Avast demi masa depan yang lebih baik dan mendukung pelanggan dan mitra produk.
"Kami ingin pelanggan yakin bahwa menggunakan poduk AVG atau Avast akan membantu mereka. Kami bukan apa-apa tanpa pelanggan dan mitra kami, yang telah membantu kami melangkah hingga sejauh ini," ujar Steckler.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




