Median: Kandidat Pilgub DKI Wajib Miliki Cyber Army

Kamis, 6 Oktober 2016 | 10:15 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Turut hadir dan mengisi acara Soldier adalah Indra Uno yang memaparkan program, visi misi dan problematika di ibukota, Koordinator Sahabat Sandiaga Uno (SSU), Anggawira yang menjelaskan bagaimana strategi komunikasi politik yang baik, dan juga pemanfaatan media sosial oleh Chief Social Media Sahabat Sandiaga Uno, William Liu.
Turut hadir dan mengisi acara Soldier adalah Indra Uno yang memaparkan program, visi misi dan problematika di ibukota, Koordinator Sahabat Sandiaga Uno (SSU), Anggawira yang menjelaskan bagaimana strategi komunikasi politik yang baik, dan juga pemanfaatan media sosial oleh Chief Social Media Sahabat Sandiaga Uno, William Liu.

Jakarta - Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun mengatakan media sosial maupun konvensional mempunyai peranan sangat penting dalam mempengaruhi swing voters untuk beralih menetapkan pilihannya kepada salah satu dari tiga kandidat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.

"Jadi konsumsi informasi melalui berbagai macam media, baik media sosial maupun konvensional seperti media cetak dan elektronik, itu semuanya sangat dominan dalam mempengaruhi swing voters di Jakarta," kata Rico, Kamis (6/10).

Menurutnya, dalam menyampaikan informasi mengenai kandidat dalam Pilgub DKI 2017, dibutuhkan dua strategi. Yaitu strategi udara dan strategi teritorial.

Strategi udara dilakukan dengan membagikan informasi, visi, misi dan program dari kandidat melalui iklan di media elektronik seperti televisi dan radio, serta media cetak dan media online. Juga melalui media sosial yang saat ini sudah sangat banyak jumlah dan jenisnya.

Sementara, strategi teritorial dilakukan dengan datang ke rumah-rumah warga atau mengunjungi warga yang dikumpulkan di suatu kawasan tertentu.

"Khusus untuk di Jakarta, semua strategi itu diperlukan. Dan semua media, baik media sosial mapun konvensional sangat diperlukan. Jadi kandidat membutuhkan televisi, radio, media cetak dan online. Bahkan wajib memiliki cyber army media (pasukan cyber media)," ujarnya.

Sekarang, lanjutnya, semua ketiga pasangan calon di Pilgub DKI 2017, semua telah memiliki pasukan cyber medianya sendiri-sendiri. Namun yang menarik dilihat nantinya adalah cyber media terutama media sosial, apakah dapat berperan sebagai positive campaign instrument atau negative campaign instrument.

"Ini apakah masing-masing kandidat akan mengoperasikan pasukan media sosialnya untuk kepentingan positif atau negatif kampanye. Ini yang sampai sekarang belum terlihat. Tetapi kenyataannya, sebagian besar untuk negative campaign instrument," ungkapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon