Djohar Arifin Optimistis Tak Ada Sanksi FIFA
Selasa, 27 Maret 2012 | 10:51 WIB
Djohar mengaku heran dengan adanya upaya pihak-pihak tertentu yang menginginkan sanksi dari FIFA.
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin optimistis Indonesia terhindar dari sanksi FIFA terkait dualisme kompetisi, meski sebelumnya sudah diberikan batas waktu hingga 20 Maret 2012 lalu.
Keyakinan tidak akan adanya sanksi untuk Indonesia tersebut karena kepemimpinannya di organisasi sepak bola nasional mendapat dukungan penuh dari semua anggota federasi sepak bola Asia.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) AFC pun mendukung saat mereka melakukan pertemuan di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, belum lama ini.
"Semua angggota federasi di Asia mendukung upaya kami dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Lima poin rekonsiliasi yang kami tawarkan mendapat acungan jempol dari mereka, termasuk dari Exco AFC. Karena itulah, rekomendasi perpanjangan 'deadline' untuk Indonesia diterbitkan dan sudah dikirim ke FIFA," katanya.
Surat rekomendasi itu dikirim ke FIFA dengan harapan agar dalam sidang Exco FIFA yang akan berlangsung di Zurich, 29-30 Maret mendatang, masalah di Indonesia tidak masuk dalam agenda sidang.
Dengan begitu, PSSI diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah internal setidaknya hingga enam bulan ke depan, atau pada saat Exco FIFA kembali menggelar sidang lagi.
"Harapan kami memang jangan sampai ada sanksi. Sebab, jika saja sanksi itu turun, yang rugi adalah sepak bola Indonesia. Untuk itulah, segala upaya sedang kami lakukan," ujarnya.
Salah satunya kembali membuka pintu bagi tim-tim yang ISL untuk kembali berkompetisi di bawah kendali PSSI.
"Kami ingin secepatnya masalah dualisme kompetisi ini selesai, sehingga timnas Indonesia bisa tampil secara utuh dengan menampilkan semua pemain terbaik yang ada," katanya.
Djohar mengaku heran dengan adanya upaya pihak-pihak tertentu yang menginginkan sanksi dari FIFA dijatuhkan untuk Indonesia.
"Bahkan, mereka sangat menginginkan agar sepak bola Indonesia mendapat sanksi, dengan terus melakukan berbagai cara," tuturnya.
Salah satunya dengan mendirikan kepengurusan PSSI yang baru, meski tidak mendapat legitimasi dari AFC maupun FIFA.
"Aneh memang, karena semua federasi di Asia dan juga anggota Exco AFC yang notabene orang asing saja sangat mendukung upaya PSSI agar Indonesia tidak sampai terkena sanksi dari FIFA," paparnya.
Tapi justru, menurutnya, anak bangsa sendiri yang menginginkan adanya sanksi itu untuk segera dijatuhkan.
Dikatakannya, ini jelas cuma membela ambisi dan kepentingan kelompok tertentu dengan sengaja membuat kekakacauan.
"Sebab, mereka mendapatkan sesuatu dari ribut-ribut seperti yang terjadi saat ini," kata Djohar.
Sanksi terhadap sepak bola Indonesia dari FIFA memang sepertinya tidak akan dijatuhkan dalam waktu dekat. Itu karena dari 32 agenda sidang Exco FIFA tertanggal 19 Maret yang telah dirilis masalah sepak bola Indonesia tidak termasuk.
Dengan begitu, FIFA dipastikan menerima permintaan dari Exco AFC untuk memberikan perpanjangan tenggat kepada PSSI untuk segera menyelesaikan masalah yang terjadi.
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin optimistis Indonesia terhindar dari sanksi FIFA terkait dualisme kompetisi, meski sebelumnya sudah diberikan batas waktu hingga 20 Maret 2012 lalu.
Keyakinan tidak akan adanya sanksi untuk Indonesia tersebut karena kepemimpinannya di organisasi sepak bola nasional mendapat dukungan penuh dari semua anggota federasi sepak bola Asia.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) AFC pun mendukung saat mereka melakukan pertemuan di markas AFC, Kuala Lumpur, Malaysia, belum lama ini.
"Semua angggota federasi di Asia mendukung upaya kami dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Lima poin rekonsiliasi yang kami tawarkan mendapat acungan jempol dari mereka, termasuk dari Exco AFC. Karena itulah, rekomendasi perpanjangan 'deadline' untuk Indonesia diterbitkan dan sudah dikirim ke FIFA," katanya.
Surat rekomendasi itu dikirim ke FIFA dengan harapan agar dalam sidang Exco FIFA yang akan berlangsung di Zurich, 29-30 Maret mendatang, masalah di Indonesia tidak masuk dalam agenda sidang.
Dengan begitu, PSSI diberi kesempatan untuk menyelesaikan masalah internal setidaknya hingga enam bulan ke depan, atau pada saat Exco FIFA kembali menggelar sidang lagi.
"Harapan kami memang jangan sampai ada sanksi. Sebab, jika saja sanksi itu turun, yang rugi adalah sepak bola Indonesia. Untuk itulah, segala upaya sedang kami lakukan," ujarnya.
Salah satunya kembali membuka pintu bagi tim-tim yang ISL untuk kembali berkompetisi di bawah kendali PSSI.
"Kami ingin secepatnya masalah dualisme kompetisi ini selesai, sehingga timnas Indonesia bisa tampil secara utuh dengan menampilkan semua pemain terbaik yang ada," katanya.
Djohar mengaku heran dengan adanya upaya pihak-pihak tertentu yang menginginkan sanksi dari FIFA dijatuhkan untuk Indonesia.
"Bahkan, mereka sangat menginginkan agar sepak bola Indonesia mendapat sanksi, dengan terus melakukan berbagai cara," tuturnya.
Salah satunya dengan mendirikan kepengurusan PSSI yang baru, meski tidak mendapat legitimasi dari AFC maupun FIFA.
"Aneh memang, karena semua federasi di Asia dan juga anggota Exco AFC yang notabene orang asing saja sangat mendukung upaya PSSI agar Indonesia tidak sampai terkena sanksi dari FIFA," paparnya.
Tapi justru, menurutnya, anak bangsa sendiri yang menginginkan adanya sanksi itu untuk segera dijatuhkan.
Dikatakannya, ini jelas cuma membela ambisi dan kepentingan kelompok tertentu dengan sengaja membuat kekakacauan.
"Sebab, mereka mendapatkan sesuatu dari ribut-ribut seperti yang terjadi saat ini," kata Djohar.
Sanksi terhadap sepak bola Indonesia dari FIFA memang sepertinya tidak akan dijatuhkan dalam waktu dekat. Itu karena dari 32 agenda sidang Exco FIFA tertanggal 19 Maret yang telah dirilis masalah sepak bola Indonesia tidak termasuk.
Dengan begitu, FIFA dipastikan menerima permintaan dari Exco AFC untuk memberikan perpanjangan tenggat kepada PSSI untuk segera menyelesaikan masalah yang terjadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




