Bawaslu Ingatkan Pemilih DKI Jakarta Tidak Mudah Terpancing Isu SARA
Senin, 10 Oktober 2016 | 12:02 WIB
Jakarta – Anggota Bawaslu RI Nasrullah mengajak pemilih DKI Jakarta tidak mudah tersulut dan terpancing dengan isu-isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) menjelang pemlihan gubernur DKI Jakarta pada 15 Februari 2017 mendatang. Menurut Nasrullah, isu SARA membuat pilkada tidak sehat dan berkualitas, bahkan bisa menimbulkan perpecahan dan konflik di tengah masyarakat.
"Kami mengajak semua pihak di DKI Jakarta untuk bersikap bijak dan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu SARA menjelang pilgub DKI Jakarta," ujar Nasrullah di Jakarta, Senin (10/10).
Narullah yakin bahwa masyarakat Jakarta merupakan masyarakat yang toleran dan cinta damai. Masyarakat Jakarta, kata dia merupakan masyarakat yang sudah berpikiran maju dan kritis sehingga lebih bijaksana dalam menghadapi dan menilai berbagai realitas yang terjadi.
"Nampaknya, ada orang yang berusaha memanfaatkan isu SARA. Orang-orang ini adalah orang yang tidak bertanggung jawab. Bawaslu mengajak berbagai pihak untuk menahan diri saja, tidak menggunakan isu SARA," tandas dia.
Nasrullah mencontohkan kasus tudingan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang tersebar dalam video di sebuah media sosial. Menurut dia, semua pihak mesti mengkaji lebih mendalam agar permasalahannya menjadi jelas dan tidak terjadi unsur provokatif yang dapat menimbulkan konflik.
"Jangan menonton videonya terpotong, tetapi harus utuh kemudian lakukan klarifikasi, investigasi untuk memperkuat temuan itu, apakah benar ada penistaan agama atau tidak. Jika ada silakan lapor pada yang berwajib," ungkapnya.
Nasrullah juga menegaskan bahwa pengguna isu SARA bisa dipidanakan. Menurut dia, Bawaslu sekarang memang belum bisa menindak pelaku isu SARA karena belum ada penetapan pasangan calon. Jika penetapan pasangan calon sudah dilakukan, maka bawaslu bersama Sentra Gakumdu bisa menindak pelaku isu SARA dalam pilkada.
"Kalau sekarang terjadi, silakan saja diproses ke kepolisian. Karena ini belum masuk ke sentra gakumdu Bawaslu," pungkas dia. (YUS)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




