Polri Imbau Unjuk Rasa Terkait Ahok Tidak Anarkistis dan Tetap Tertib

Jumat, 14 Oktober 2016 | 15:29 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Ribuan massa yang sebagian merupakan anggota Front Pembela Islam menggelar demonstrasi menentang Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, 14 Oktober 2016.
Ribuan massa yang sebagian merupakan anggota Front Pembela Islam menggelar demonstrasi menentang Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, 14 Oktober 2016. (Danung Arifin/ Beritasatu.com)

Jakarta - Polri mengimbau demo atau unjuk rasa yang diadakan sejumlah kelompok di Bareskrim dan Balai Kota DKI Jakarta dilakukan tanpa anarkistis dan tetap tertib. Demo ini terkait dugaan penistaan agama Islam yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok.

"Harapan kepolisian, laksanakan unjuk rasa dengan tertib, sampaikan aspirasi dengan baik. Nanti pasti akan diterima petugas dan pejabat yang ditunjuk dalam konteks menerima unjuk rasa. Sangat penting kita menjaga ketertiban hukum dan umum dalam unjuk rasa ini," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (14/10).

Boy mengakui bahwa unjuk rasa merupakan hak setiap masyarakat. Namun, unjuk rasa tersebut harus memperhatikan aturan perundangan yang berlaku soal penyampaian pendapat di muka umum. Selain itu, unjuk rasa juga harus tertib dan menjaga kepentingan hak orang lain.

"Karena unjuk rasa sudah pasti berada di ruang publik, tempat umum yang lokasi itu bisa menjadi bagian dari hak masyarakat lainnya," terang dia.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dengan ajakan-ajakan di media sosial yang berupaya mengarahkan unjuk rasa ke hal-hal yang anarkis. Jika ada ajakan unjuk rasa anarkis sebaiknya tidak mengikuti unjuk rasa tersebut.

Polri, kata Boy juga telah menerjunkan 3500 personil keamanan untuk bersiaga mengamankan unjuk rasa tersebut. Personil keamanan tersebut berasal dari unsur Satpol PP, Perhubungan, dan Polda Metro Jaya.

"Mereka melakukan pengamanan kepada yang unjuk rasa agar tertib dan masyarakat lain juga bisa tertib. Tidak terganggu Salat Jumat. Kembali Salat Jumat, ada ingin ke kantor pemerintahan di sana, ada yang ingin ke kantor pemrov, ada yang urus visa,"ungkap dia.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon