CTPS Turunkan Penyebaran Infeksi di Rumah Sakit

Jumat, 14 Oktober 2016 | 20:29 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
Dalam kampanye
Dalam kampanye "Berbagi Tangan Sehat", Lifebuoy mengajak masyarakat untuk menunjukkan dukungan melalui hand pledging, dimana setiap 1 dukungan Lifebuoy akan berkomitmen mengedukasi 5 anak lain untuk mencapai 100 juta tangan sehat Indonesia pada 2020. (Istimewa/PR)

Jakarta - Tidak jarang pasien yang tengah di rawat di rumah sakit terkena infeksi yang akhirnya memperburuk kondisinya. Infeksi tersebut biasanya didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit atau dikenal infeksi nosokomial. Padahal, salah satu cara yang telah terbukti menurunkan angka infeksi tersebut adalah dengan cara sederhana, yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PRSSI), dr Sri Rachmani MKes MHKes mengatakan, CTPS telah terbukti mampu menurunkan angka kejadian berbagai infeksi yang terjadi di rumah sakit. Salah satunya adalah infeksi luka operasi. Hal itu karena tenaga medis maupun non medis selalu menerapkan CTPS dalam menjaga kebersihan diri mereka sehingga mencegah terjadinya penyebaran infeksi di rumah sakit.

"Hal itu karena tangan tenaga medis menjadi sumber kuman, mulai dari telapak, sela jari, sela jempo, dan kuku. Dengan CTPS penyebaran kuman itu dapat dicegah," ungkap dr Sri Rachmani di Jakarta, Jumat (14/10).

Kampanye CTPS

Untuk itu, lanjut dia, sangat penting apabila tenaga medis maupun non medis yang berada di rumah sakit melakukan CTPS sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

"Bahkan, khusus untuk tenaga medis, baik dokter dan perawat, diwajibkan untuk lima kondisi CTPS. Kelima hal itu adalah ketika berada di lingkungan pasien, menyentuh pasien, memegang cairan pasien, pemeriksaan tubuh pasien, meninggalkan ruangan pasien," kata dr Sri Rachmani.

Sementara itu, Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Prof dr H Abdul Kadir PhD SpTHT-KL(K) menambahkan, tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan contoh mengenai kebiasaan baik mencuci tangan dengan sabun saat bekerja (profesional) dan menjalankan kebiasaan tersebut secara konsisten saat tidak bekerja untuk mengedukasi bukan hanya orang terdekat mereka, melainkan juga pasien dan keluarga pasien.

"Di Dharmais, kegiatan hand hygiene dibawah Panitia Pengendalian Infeksi (PPI) telah berhasil membantu mengurangi Ventilator Acquired Pneumonia (VAP)sebanyak 79,6 persen, dimana salah satu kegiatannya adalah cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien (Data PPI 2015)," papar Prof Abdul.

Head of Marketing Skin Cleansing PT Unilever Indonesia Tbk, Eva Arisuci Radjito mengatakan, menjelang perayaan Hari Cuci Tangan Sedunia yang jatuh pada 15 Oktober 2016, Lifebuoy membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi memberi dukungan dengan melakukan high-5 pledging dan berbagi pesan 1 (satu) tangan untuk 5 (lima) anak Indonesia melalui #BerbagiTanganSehat di media sosial.

"Dari satu dukungan, kami akan mengedukasi lima anak Indonesia tentang pentingnya CTPS. Sampai saat ini, sudah didukung sekitar 81.000 orang dan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya kampanye sampai akhir Oktober 2016," tambah Eva.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon