Hadiri Demo Ahok, Amien Rais Bisa Gerus Suara Agus-Sylvi

Minggu, 16 Oktober 2016 | 09:26 WIB
HS
FB
Penulis: Hotman Siregar | Editor: FMB
Amien Rais
Amien Rais (Antara/Regina Safri)

Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan kehadiran Amien Rais dalam unjuk rasa umat Islam di Bareskrim Polri dan Balai Kota Jakarta dapat menggerus suara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada 2017.

‎"Amien Rais bisa untuk mendongkrak atau menggerus suara Agus, tergantung siapa objeknya dan siapa targetnya," kata Pangi saat dihubungi di Jakarta, Minggu (16/10).

Menurut dia, aksi demo Jumat lalu bisa menggerus dan mempengaruhi suara kandidat bakal calon Gubernur dan Waki Gubernur DKI yang diusung PAN bersama dengan Partai Demokrat, PPP dan PKB yakni Agus-Sylvi karena dihadiri Amien Rais.

"Kalau bagi anti-Amien pasti bisa menggerus, tapi kalau Amien Rais sebagai representasi suara mayoritas atau sosok yang mewakili mayoritas Islam saya kira berdampak positif," ujarnya.

Jadi, kata Pangi, masalah figur Amien Rais saat hadir demo kemarin tergantung siapa yang memilih dulu‎. Misalnya, jika yang memilih itu anti-Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) tentu bisa menaikkan rating pasangan Agus-Sylvi karena menjadi insentif elektoral bagi Agus-Sylvi kehadiran Amien.

‎"Tapi bagi yang anti Amien Rais tentu berbeda ya hasilnya. Kalau yang anti Amien Rais tentu ya bisa mengganggu elektabilitasnya Agus-Sylvi," tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais mengingatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan main-main dan tidak melindungi Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurut dia, Ahok diduga telah menistakan agama Islam mengenai Surat Al-Maidah ayat 51.

"Kalau cuma pertikaian politik itu biasa, tapi Ahok ini sudah menghina Alquran. Jadi yang tersinggung bukan hanya ummat Islam DKI saja, tapi dari Aceh sampai Papua juga tersinggung," kata Amien.

Ia mengatakan kehadirannya dalam aksi unjuk rasa kemarin bukan untuk mencari popularitas semata, karena Amien mengklaim sudah terkenal dan dikenal masyarakat sehingga tidak perlu lagi mencari ketenaran. Namun, kehadirannya untuk menyuarakan keadilan hukum di negeri ini.

‎"Saya sebagai Muhammadiyah, sebagai ICMI, dari partai islam, mubaligh, da'i, dosen UGM. Jadi saya datang ke sini bukan untuk mencari popularitas, saya sudah populer untuk apa. Jadi saya mengimbau Pak Jokowi jangann dilindungi Ahok itu," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon